Gadis Pemuas
Cerita Dewasa · 18+
Cerita Sex Gadis Pemuas – Aku terbangun ketika aku merasakan tubuhku digoyang seseorang, ternyata Mbok Parti yang membangunkanku. Untungnya, Mbok Parti pulang lebih awal sehingga ada yang membangunkanku karena jam wekerku mati, setelah mataku sudah bisa dibuka lebar, aku langsung mandi dan bersiap-siap, kemudian aku pergi ke sekolah dengan ojek.
Di pangkalan ojek, para tukang ojek berebutan untuk memboncengiku karena selain aku wanita, wajahku cantik, dan juga seragam sekolahku sangatlah seksi, tentu saja mereka pada berebut.
Tentu saja ketika aku sampai di sekolah, teman-teman cowokku menyapaku dan berebutan memintaku untuk jalan bareng ke kelas. Tapi, aku menolak karena aku sedang ingin jalan ke kelas sendirian. Aku belajar di sekolah seperti biasa sampai pulang ke sekolah.

Setelah pulang, aku mengobrol-obrol dengan teman-temanku di kantin sekolah, seperti biasa banyak teman-teman cowokku yang ingin duduk dekat aku, aku sih gak masalah yang penting bisa nyambung kalau bicara denganku.
Ketika aku sedang mengobrol dengan teman-temanku, aku melihat tukang sapu sekolahku mencuri-curi pandang kepada aku dan disaat mata kami saling bertemu, aku memberikan senyuman dan dia juga membalas dengan senyuman.
Sifat gila dan nakalku mulai kambuh lagi karena aku ingin memberikan tubuhku kepada tukang sapu sekolah yang sudah berumur 60 tahun itu. Lalu aku mengobrol dengan teman-temanku sampai sekitar jam 6 sore sehingga satu per satu temanku sudah dijemput oleh supir mereka ataupun ayah mereka.
Hingga tinggal aku yang ada di kantin sekolah, sedangkan orang yang berjualan di kantin juga sudah pulang semuanya. Seram juga sendirian di kantin, jadi aku pergi untuk menjalankan rencanaku yaitu menggoda tukang sapu sekolah yang bernama Mang Ucup.
Setelah aku cari-cari tidak ketemu dan juga keadaan bertambah seram, aku berniat untuk pulang ke rumah, tapi sebelumnya karena suasana yang lumayan dingin, aku jadi ingin ke kamar mandi.
Setelah aku menyelesaikan âpanggilan alamâ, aku mencuci tanganku di wastafel, lalu aku mengaca di depan kaca besar yang ada di sebelah wastafel untuk merapihkan pakaian dan rambutku. Sebelum keluar dari kamar mandi, aku meminum pil pencegah kehamilan yang bisa sampai satu minggu. Ketika aku keluar dari kamar mandi, aku bertemu Mang Ucup sedang mengepel lantai di depan pintu kamar mandi.
âneng Rasti, kok belum pulang hari gini?â.
âdari tadi mau pulang cuma aku kebelet pipis, jadinya aku ke toilet duluâ.
âgimana, lancar gak?â.
âlancar apanya?â.
âpipisnya neng lancar gak?â.
âoh, pipis aku lancar kok,, â.
âoh ya, baju neng keliatannya sempit banget yaâ.
âabisnya gak ada baju lagi sih, emang kenapa bang, seragam aku bikin nafsu yaâ.
âiya, baju neng tuh sexy banget,,â.
âtapi abang suka kan?â, melihat aku tidak menolak mengobrol hal-hal yang jorok, Mang Ucup semakin mengarahkan obrolan kami ke arah yang berbau sex dan sepertinya Mang Ucup sudah sangat bernafsu melihat tubuh putihku yang dibalut seragam super ketat dan super mini.
Aku baru ingat kalau aku biasa pusing lalu pingsan setelah meminum obat pencegah kehamilan. Benar saja, tiba-tiba kepalaku pusing tujuh keliling dan aku langsung tak sadar kemudian tubuhku langsung ambruk ke Mang Ucup, setelah itu aku tidak tau lagi.
Aku mulai sadar ketika kurasakan benda asing memasuki vaginaku, spontan kubuka mataku dan aku melihat Mang Ucup sedang memasukkan 2 jarinya ke dalam vaginaku sementara tangan satunya menutupi mulutku.
Mang Ucup terus mengobok-obok vaginaku dengan 2 jarinya, 10 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan seperti, lalu tubuhku mengejang dan akhirnya cairan vaginaku mengalir deras.
Kemudian Mang Ucup melepaskan tangannya dari mulutku juga vaginaku, lalu berkata âmaaf neng, abang udah gak tahanâ, aku mengatur nafasku dulu baru aku menjawab âah, gak apa-apa kok bang, aku tau kalau gak ada laki-laki yang tahan kalau ngeliat aku pake seragam iniâ. âbener nih non, gak apa-apa?â tanyanya lagi, âiya, bener, tapi jangan disini donk, gak enak, serem lagiâ balasku karena aku dikerjai di bangku kantin.
âyaudah, yuk ke gudang ajaâ.
âoh ya, ngomong-ngomong celana dalamku kemana?â.
ânih, tadinya mau Mang Ucup buang tapi takut non marahâ.
âuntung gak dibuang, kalau dibuang kan tar pulang vaginaku bisa disemutinâ.
âemangnya vagina neng manis yaâ.
âtar deh cobain, pasti abang sampe ketagihanâ.
âwah, jadi pengen cepet-cepetâ.
Tanpa terasa sudah di depan gudang, lalu kami berdua masuk ke gudang. Setelah menyalakan lampu, Mang Ucup langsung meraba-raba tubuhku, meremas-remas dadaku serta menciumi leher jenjangku yang putih dari belakang.
Dia meneruskan aktivitasnya sambil membuka kancing bajuku, setelah kancing bajuku terbuka semua, Mang Ucup kini menurunkan rokku sehingga kini bagian bawahku sama sekali tidak ada penghalang yang membuatku bisa merasakan batang penis Mang Ucup sudah tegak mengacung ke pantatku.
Lalu aku menyuruh Mang Ucup untuk melepaskan dekapannya dulu, setelah pelukannya dilepas, aku membalikkan tubuhku dan membuka baju serta bhku sehingga tubuh putih mulusku terpampang jelas di depan tukang sapu sekolah yang pantasnya menjadi kakekku.
Baru saja bhku kulepas, Mang Ucup langsung melahap kedua daging kenyalku. Aku hanya berkata dalam hati âdasar lelaki, gak tua, gak muda, kalau udah ngeliat cewek cakep telanjang langsung nyosorâ, tapi konsentrasiku terpecah karena Mang Ucup menggigit dan menarik-narik kedua putingku bergantian dengan mulutnya yang sedikit ompong itu.
Aku hanya mendesah menikmati jilatan demi jilatan di setiap senti kedua daging kenyalku. Setelah kedua buah dadaku sudah dipenuhi air liurnya, Mang Ucup menggelar tikar lalu menyuruhku tiduran di atas tikar itu dan melebarkan kakiku karena dia ingin menjilati vaginaku.
Kulakukan semua perintah Mang Ucup. Kini vaginaku yang merah merekah dan sudah basah akibat cairanku sendiri terpampang jelas seolah menantang Mang Ucup untuk segera melahapnya.
Rupanya Mang Ucup ingin melahap vaginaku dan ingin penisnya di oral olehku secara bersamaan, makanya kami mengambil posisi 69 dengan aku diatasnya. Lalu aku mulai menikmati rokok daging Mang Ucup yang sudah berdiri tegak sementara vaginaku sudah dijilati Mang Ucup di bawah sana.
Kukeluarkan tekhnik oralku, kusentil-sentil lubang kencingnya dengan lidahku, kujilat-jilati buah zakarnya, dan kutelusuri setiap milimeter dari batang penis Mang Ucup. Tapi, gara-gara kulumanku, Mang Ucup malah jadi tambah semangat menjilati vaginaku yang membuatku merasa sangat nikmat sehingga aku harus menghentikan kulumanku karena aku merasa sebentar lagi akan mencapai orgasme.
Mang Ucup semakin membuatku semakin keenakan karena selain dia menjilati vagina dan klitorisku, dia juga memasuk-masukkan 2 jarinya ke dalam vagina dan anusku secara bergantian lalu akhirnya beberapa detik kemudian, cairanku mengalir deras dari vaginaku yang langsung diseruput Mang Ucup sampai berbunyi âssllurrppp,,,,â. âvagina neng emang bener-bener manis banget, abang jadi ketagihanâ kata Mang Ucup setelah meminum habis cairan vaginaku.
âbener kan kataku, semua laki-laki yang pernah ngerasain vaginaku pasti pada ketagihan dehâ, balasku pada Mang Ucup yang kini mulai menjilati vaginaku lagi, sementara aku melanjutkan kulumanku.
Sudah 15 menit aku mengulum penis keriput Mang Ucup tapi sama sekali tak ada tanda-tanda akan orgasme, ini membuatku bingung karena tidak ada laki-laki yang bisa tahan sampai selama ini kalau aku sudah mengeluarkan tekhnik oralku.
âTapi masa bodoh ah, yang penting ada penis yang bisa aku jilatiâ pikirku dalam hati, lalu 5 menit kemudian aku mengalami orgasme lagi dan cairan vaginaku langsung diseruput habis oleh Mang Ucup seperti sebelumnya.
Lalu aku berkata âudah dong bang, masa vaginaku cuma dijilati doang, tusuk dong pake ****** abangâ, âok neng, ****** abang juga udah gak sabar pengen ngaduk-ngaduk vagina nengâ balas Mang Ucup.
Kemudian aku memutar badanku sehingga wajah kami saling bertemu lalu kami berciuman sangat mesra dan bergairah, lidah kami saling membelit, setelah aku melepaskan cumbuanku, Mang Ucup berkata âbibir non rasanya kayak lemon manisâ, kebetulan tadi pagi aku memakai lipgloss rasa lemon, jadi mungkin terasa oleh Mang Ucup.
Lalu aku memegang penis Mang Ucup yang berukuran 14 cm dan berdiameter 7 cm, kemudian aku menuntun penis Mang Ucup ke dalam vaginaku dan lalu ketika penis Mang Ucup sudah berada di dalam vaginaku, aku menurunkan pinggulku sementara Mang Ucup menaikkan pinggulnya sehingga aku merasakan seolah penis Mang Ucup menancap sangat dalam sampai mentok.
Kemudian Mang Ucup mulai memompa penisnya keluar masuk di dalam vaginaku sementara aku menaikkan badanku ketika Mang Ucup menarik penisnya dari vaginaku dan aku menurunkan badanku ketika Mang Ucup memasukkan penisnya ke dalam vaginaku sehingga penisnya tertanam sangat dalam di vaginaku.
Sambil terus menggenjotku, Mang Ucup berkata âneeng,,, raaapet baanggeetâ, aku hanya membalas dengan desahan-desahan karena sangat nikmat. Tak terasa sudah 1/2 jam Mang Ucup menggenjot vaginaku, tapi tidak ada tanda-tanda akan orgasme, malah Mang Ucup mengganti-ganti caranya menghujamkan penisnya ke dalam vaginaku, kadang dia menghujamkan penisnya kuat-kuat ke dalam vaginaku, kadang dia menghujamkan penisnya secara cepat lalu mengeluarkannya secara perlahan, dan kadang aku hanya diam sedangkan dia terus memompa vaginaku tanpa ampun.
Kemudian dia minta berganti posisi, kali ini aku yang dibawah sementara Mang Ucup menindih tubuhku dan mulai memompa penisnya di dalam vaginaku lagi. Memang luar biasa kakek yang satu ini, tak kusangka dalam umurnya yang sudah 60-an ini masih bisa membuat ABG sepertiku berkali-kali mengalami orgasme sedangkan dia sama sekali belum menunjukkan akan orgasme.
Vaginaku sudah banjir akibat cairan vaginaku sendiri sehingga menimbulkan bunyi âcpok,,,cpok,,,cpokâ saat Mang Ucup memompa vaginaku. Aku sudah tak kuat lagi karena tenagaku sudah habis terkuras akibat berkali-kali mengalami orgasme sehingga aku hanya bisa mendesah lemah merasakan penis Mang Ucup yang kuat dan perkasa keluar masuk vaginaku, sementara Mang Ucup terus menggenjot penisnya, lidahnya masuk ke dalam mulutku yang langsung kusambut dengan cara menghisap lidahnya dan membelitnya dengan lidahku, kemudian dia melepaskan ciumannya dan berkonsentrasi lagi pada genjotannya terhadap vaginaku.
Akhirnya, 25 menit kemudian, Mang Ucup mempercepat sodokannya lalu dia berkata âneeeng, ke,,,ke,,luarin,,,,di,,,di,,,mana?â, âdi,,,da,,,,lem,,,ajjjaaaâ balasku. Tak lama kemudian, Mang Ucup menyemprotkan spermanya ke dalam vaginaku dalam jumlah yang sangat banyak.
Setelah yakin spermanya sudah tidak keluar lagi, Mang Ucup mengeluarkan penisnya yang berlumuran sperma dan cairan vaginaku dari dalam vaginaku, lalu dia mengorek-ngorek vaginaku dengan 3 jarinya dan kemudian dia menyodorkan penisnya ke mulutku yang langsung kusambut untuk merasakan spermanya dan cairan vaginaku sendiri.
Setelah penisnya bersih, kini Mang Ucup menyodorkan 3 jarinya yang berlumuran sperma dan cairanku, langsung kumasukkan 3 jari keriput Mang Ucup ke dalam mulutku dan kemudian kujilati semuanya sampai bersih.
Lalu dia duduk di kursi untuk beristirahat sementara aku juga berbaring lemah di tikar, untuk 10 menit ke depan ruangan itu hanya dipenuhi suara nafas kami yang tersengal-sengal dan juga suara jangkrik dari luar.
âneng, gak nyuci vagina duluâ.
âgak, ah males, emang kenapa?â.
ânggak, emangnya neng gak takut hamil?â.
Karena sudah kebiasaan di gangbang, tubuhku merasa segar setelah beberapa menit beristirahat, lalu aku bangkit menghampirinya dan duduk di atas pahanya, kemudian penisnya kumasukkan ke dalam vaginaku yang masih basah tak karuan, lalu kutekan kepalanya ke dadaku dan kusuruh untuk menjilati seluruh bagian dadaku.
âaku sayang banget ma Mang Ucup, jadi aku gak takut kalau punya anak dari Mang Ucupâ.
âiyaa,,, tapi kan kalau neng hamil bisa berabe!â.
âhahaha,,, tenang aja lagi bang, aku udah minum obat pencegah hamil jadi gak mungkin hamilâ.
âfiuh, abang takut kalau punya anak lagiâ.
âemangnya abang punya anak berapa?â.
âgara-gara ****** ini, abang punya 5 anak laki-laki yang sekarang sudah berkeluargaâ.
âterus istri abang kemana?â.
âudah meninggal duluanâ.
âoh, maaf bang aku gak tauâ.
âgak apa-apa, tapi ngomong-ngomong abang gak nyangka,, kalau neng Rasti kuat jugaâ.
âaku lebih gak nyangka kalau Mang Ucup masih bisa bikin ABG kayak aku puas setengah matiâ.
âsiapa dulu,,, Mang Ucup!!â
Lalu kurasakan penisnya sudah tegang lagi di dalam vaginaku.
âwah, abang udah tegang lagi, cepet banget!!â.
âlagian sih neng, naro ****** abang di tempat yang anget ama sempit kayak gini, dan belom lagi abang disuguhin dada yang montok kayak gini, gimana ****** abang gak cepet bangunâ.
âyawdah bang, ronde kedua yuk, tapi kali ini lubang yang ditusuk pantatku ya, pasti abang pengen nyoba kan?â.
âide bagus tuh, pasti lubang pantat neng seret ân sempit bangetâ. Lalu kami mulai ronde kedua dengan lubang anusku menjadi sasaran keperkasaan penis Mang Ucup. Seperti sebelumnya, dalam waktu kurang lebih sejam Mang Ucup menggenjot anusku dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya ke dalam anusku, setelah itu aku melakukan cleaning service terhadap penisnya. Lalu kami berdua istirahat, dan Mang Ucup mengelap badan keriputnya dengan handuk yang biasa dibawanya, sementara aku masih terkulai lemas di tikar. Setelah 15 menit beristirahat, Mang Ucup memakai pakaiannya lagi sambil mengobrol denganku.
âneng, emangnya gak takut ama HIV atau yang lain?â.
âHIV,, gak takut layau, obat yang aku minum selain mencegah hamil juga bisa nangkal semua penyakit ân juga bikin vagina ama lubang pantatku sempit terusâ.
âwow, itu obat dahsyat banget, dapet darimana neng?â.
âdapet dari temen aku yang ada di luar negeriâ.
âoo gitu, ngomong-ngomong udah jam 10 nih, neng mau pulang gak?â.
âgak nyangka udah jam 10, ****** abang sih bikin aku lupa daratan,,,heheâ.
âya udah, abang anterin yaâ.
Lalu aku memakai pakaianku, setelah selesai memakai pakaianku, aku menggandeng tangan keriput Mang Ucup keluar gudang lalu menuju tempat parkir motor. Kemudian aku diboncengi pulang dengan motor antik Mang Ucup, selama di perjalanan aku memeluk badan Mang Ucup dengan erat seperti memeluk pacarku sendiri. Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahku, aku turun dari motor Mang Ucup.
âneng, boleh gak kapan-kapan kita ******* lagi?â.
âgak usah kapan-kapan, setiap jam 7 malam abis pulang sekolah, tubuhku milik abangâ.
âbeneran nih neng?â
âbener bang, kan tadi aku udah bilang, aku sayang banget ama abang Ucup, jadinya aku seneng kalau tiap pulang sekolah bisa ketemu abang ama ****** abang yang mantap itu, tapi ada saratnya nih bangâ.
âsaratnya apaan neng?â.
âyang pertama kalau pas siang harinya, sikap abang harus biasa aja ke aku soalnya aku takut ketauan ama sekolahâ.
âok,, abang sanggup, terus apaan lagi neng saratnya?â
âsarat yang kedua, abang jangan manggil aku neng lagi, mau gak?â.
âterus abang manggil neng Rasti sayang boleh?â.
âitu terserah abang, terus sarat terakhirnya abang jangan jajan sembarangan soalnya aku gak mau abang kena penyakit lagipula kan udah aku yang bisa bikin abang puasâ.
âgak nyangka saratnya gampang banget, kirain saratnya susah, yaudah neng, eh sayang, abang pulang dulu ya, udah capek nihâ.
âyaudah, ati-ati ya sayangku, besok malem lagi yaâ. Lalu aku mencium bibir tuanya, dan kemudian dia memacu motornya menjauh dari pintu gerbang rumahku, sedangkan aku masuk ke dalam rumahku. Aku memberikan alasan belajar di rumah temen ke Mbok Parti, tapi Mbok Parti mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat kupercaya.
âjangan pake alasan itu, Mbok udah tau kalau non Rasti udah gak perawan ân sering tidur sama laki-laki kokâ. Mataku terbelalak mendengar itu karena kupikir Mbok Parti tidak tau kehidupanku.
âmbok tau darimana?â.
âwong, Mbok yang ngejaga non dari bayi sampe segede gini masa Mbok gak tau sihâ.
âta,,,ta,,,tapi, Mbok gak bakal bilang ke papi mami kan?â
âtenang aja non, Mbok udah anggep non sebagai anak Mbok sendiri jadi Mbok gak bakal bikin non susahâ.
âfiuh,, makasih banget Mbok, aku emang lebih sayang Mbok ketimbang papi mamiku yang selalu ninggalin akuâ.
âyaudah non, gak usah nangis gitu, mereka kerja di luar negeri buat non jugaâ.
âya, aku juga tau Mbok, mungkin sudah jalan hidupku beginiâ.
âyaudah non gak usah dipikirin, ngomong-ngomong non Rasti kan sering tidur ama banyak lelaki, emangnya gak takut kena AIDS ?â.
ânggak Mbok, soalnya ada obat ini, selain mencegah hamil selama 7 hari, obat ini juga bisa menangkal segala penyakit kelamin. Obat ini aku dapat dari temanku yang ada di luar negeriâ.
âoohh, gitu, yaudah non makan dulu sana, abis itu non mandi terus tidurâ.
âok, tapi aku punya satu pertanyaan lagi nih Mbok, boleh gak aku telanjang aja di rumah tiap hari?â.
âterserah non aja,,,â.
Lalu kubuka pakaian seragamku beserta bh dan celanaku sehingga tubuhku yang habis digarap oleh Mang Ucup terpampang jelas di hadapan Mbok Parti tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhku. Mbok Parti berkomentar ketika melihat berkas-berkas merah di payudara dan leherku karena cupangan-cupangan Mang Ucup.
Dan Mbok Parti berkata ânon Rasti, kayak abis diperkosa ajaâ ketika melihat noda sperma yang telah mengering di daerah selangkanganku dan juga dari lubang anusku.
Aku hanya tersenyum, lalu aku makan, setelah makan aku pergi ke kamarku lalu mandi dan kemudian setelah itu aku tidur dalam keadaan senang karena kini setiap malam sehabis pulang sekolah, ada penis Mang Ucup yang bisa mengobok-obok vagina dan anusku dalam waktu yang sangat lama sehingga membuatku mendapat kepuasaan tiada tara.
Bersambung…
Sudah seminggu aku melayani Mang Ucup, setiap hari sehabis pulang sekolah malam harinya dan jika sabtu minggu, Mang Ucup dan aku janjian untuk bertemu di tempat yang biasa menjadi tempat pergumulanku dengan Mang Ucup yaitu gudang sekolah.
Semenjak aku sering melayani Mang Ucup di gudang sekolah, Mang Ucup jadi lebih rajin membersihkan gudang sehingga gudang sekolah menjadi bersih dan Mang Ucup mendapat pujian dari kepala sekolah karena gudang sekolah jadi lebih bersih, peribahasa âsambil menyelam minum airâ mungkin tepat untuk Mang Ucup karena selain menjalankan tugasnya, dia juga bisa menikmati tubuhku setiap malam.
Meskipun Mang Ucup sudah berumur 60 tahun, kulitnya hitam, rambutnya beruban, giginya banyak yang ompong, tapi aku sayang kepadanya karena penisnya bisa membuatku ketagihan, bahkan karena terlalu ketagihan aku tetap bersetubuh dengan Mang Ucup meskipun aku sedang ulangan.
Untungnya ulanganku bisa kukerjakan dengan baik sehingga aku yakin raporku bagus yang akan kuterima 1 minggu lagi, dan tentu saja selama 1 minggu aku melayani Mang Ucup setiap malam.
Benar dugaanku, raporku bagus dan aku naik kelas, aku sangat senang melihat nilaiku yang bagus. Malam harinya, setelah aku selesai melayani Mang Ucup.
âsayang, selamat ya, kamu naik kelasâ.
âiya dong, siapa dulu, Rasti gitu loh, oh ya, untuk ngerayain, Mang Ucup mau gak nginep di rumah aku selama 1 minggu?â.
âmau banget, tapi di rumah kamu emangnya gak ada orang?â.
âgak ada, makanya aku minta abang nemenin aku, mau gak?â.
âpasti abang mau dong,,,â.
âoh ya Mang, bawa temen ya, biar tambah rameâ.
âok sayangku,,â.
Lalu dia mengantarku pulang, dan seperti biasa aku berciuman dengan Mang Ucup sebelum dia pergi, kemudian aku masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, Mbok Parti sedang mengepak bajunya ke dalam kopernya.
âmbok, mau pulang ke kampung mbok ya?â.
âiya, kayak biasa,,,â.
âoh iya ya, besok kan udah mulai liburan sekolah yaâ.
âya non, kan jarang-jarang Mbok punya waktu kumpul ama keluargaâ.
âterus kapan mbok mau berangkat?â.
âsubuh non, supaya nyampe sana gak terlalu siangâ.
âyaudah mbok, besok mbok berangkatnya gak usah bangunin aku soalnya aku capekâ.
âok non,,â, lalu aku pergi ke kamarku dan langsung tidur. Paginya aku bangun pada pukul 9 pagi, lalu aku mandi membersihkan tubuhku yang tadi malam habis dinikmati oleh Mang Ucup.
Setelah mandi, aku membuat sarapan dan aku makan tanpa sehelai benangpun yang membalut tubuhku. Sambil menunggu Mang Ucup dan temannya datang, aku menonton vcd porno dan tentu saja 2 dildo yang bisa bergerak ke segala arah sudah tertanam di vagina dan anusku.
Tidak terlalu lama, kudengar bunyi motor Mang Ucup yang sudah kukenal, untungnya sistem keamanan rumahku sudah kumatikan sehingga alarm tidak menyala ketika Mang Ucup dan temannya mendekati pintu gerbang rumahku.
Lalu kubuka pintu gerbang otomatisku dengan remote dari ruang tamu dan tak lama kemudian terdengar bunyi ketokan di pintu rumahku.
Seperti biasanya, ide gilaku muncul, aku ingin menemui mereka tanpa memakai apapun dan dengan dildo yang masih tertanam di vagina dan anusku, aku berjalan ke pintu dahulu lalu baru kumasukkan 2 dildo tadi di vagina dan anusku kemudian aku membuka pintu rumahku.
Betapa kagetnya mereka ketika melihatku telanjang dengan dildo yang menancap di kedua lubangku, tapi Mang Ucup hanya kaget sebentar, dia langsung melumat bibirku dan membelit lidahku,
Setelah puas mencumbuku dia berdiri di sampingku dan memaju mundurkan 2 dildo yang tertanam di vagina dan anusku, sementara teman Mang Ucup hanya bengong melihat cewek cantik yang telanjang sedang dimainkan oleh temannya yang sudah tua itu.
âyad, ayo ikutan sini bengong aja lo,,,â. Dengan ragu-ragu si teman Mang Ucup mendekatiku.
âgak apa-apa neng kalau abang ikutan?â.
ânnngggg,,,,ak a,,,pa-a,,,,paâ.
âtuh kan gak apa-apa, udah nih pegang mainannyaâ. Lalu Mang Ucup ke belakang dan memainkan dildo yang tertanam di anusku dengan tangan kanannya dan tangan kirinya meraba dada kiriku dari belakang, sementara teman Mang Ucup mulai menggerakkan dildo yang ada di dalam vaginaku.
Aku hanya bisa mendesah dan meliuk-liukkan badanku karena sangat nikmat, 8 menit kemudian aku orgasme tapi cairanku tertahan oleh dildo sehingga vaginaku terasa hangat oleh cairanku dan setiap kali dildo menyeruak masuk ke dalam vaginaku, cairanku meleleh keluar dari sela-sela vaginaku mengalir ke pahaku.
Lalu Mang Ucup menyuruh temannya untuk berhenti dan tiduran, kemudian aku disuruh untuk menduduki wajah teman Mang Ucup.
Di saat vaginaku tepat berada diatas wajah teman Mang Ucup, Mang Ucup mencabut dildo yang ada di vaginaku sehingga cairanku langsung tumpah ke mulut teman Mang Ucup yang sudah terbuka lebar. Cairanku yang tadi tertahan di dalam vaginaku kini sudah habis diminum teman Mang Ucup hingga tak bersisa.
âgimana Yad, manis kan cairan vagina si neng satu ini?â.
âini mah bukan manis doang tapi juga legit banget. Neng, boleh gak minta lagi?â.
âpasti boleh dong,,, silahkan minum sesuka hati abangâ. Lalu aku menekan vaginaku ke wajah teman Mang Ucup yang langsung menjilati dengan antusias, dia menjilati bibir vaginaku dari bawah ke atas yang membuatku geli sekaligus nikmat, dan ketika lidahnya mengenai klitorisku, tubuhku bergetar karena rasa nikmat dan geli bertambah.
âgile, klitoris neng manisnya minta ampunâ.
âuda,,,â, belum selesai kata-kataku, mulutku sudah dilumat oleh Mang Ucup yang memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku.
10 menit kemudian aku orgasme dan cairanku langsung mengalir deras ke mulut teman Mang Ucup yang terbuka lebar. Teman Mang Ucup sepertinya sangat ketagihan dengan cairanku karena dia sampai memegangi pinggulku seolah tidak mau berhenti meminum cairanku.
âudah dong bang, masa dijilatin terus, pegel nihâ.
âtau lo Yad, kan kasihan si Rasti kecapeâanâ.
âsory deh neng, abisnya vagina neng manis banget sih abang jadi lupa diri dehâ.
âgak apa-apa kok bang, waktu pertama kali, Mang Ucup juga ketagihan, oh ya ngomong-ngomong aku belum tau nama abangâ. Lalu aku dan teman Mang Ucup berdiri dan saling memperkenalkan diri.
âkenalin, nama saya Yadi,,â.
âaku Rasti, aku boleh gak manggil abang Mang Yadi?â.
âpasti boleh dong buat neng cantik, ngomong-ngomong neng Rasti kok mau sih vaginanya abang jilatin, padahal kan belum kenal?â.
âyang penting abang suka kan?â.
âsuka banget neng, soalnya abang gak pernah ngerasain vagina cewek muda ân cantik kayak nengâ.
Mang Yadi berumur 61 tahun, wajahnya lebih kelihatan tua dari Mang Ucup, kulitnya hitam, kepalanya botak, dan tubuhnya kurus.
âMang Yadi, Mang Ucup, langsung yuk ke kamarku, udah gak tahan nih pengen ditusukâ.
âyuk,,,â. Lalu kami bertiga masuk ke kamarku, sesampainya kami di kamarku aku langsung tiduran di kasur dan membuka kakiku lebar untuk membuat Mang Yadi dan Mang Ucup semakin tergoda. Tentu saja karena disuguhi pemandangan seperti itu, mereka langsung mendekati tubuh putih mulusku yang terbaring pasrah menanti mereka di ranjang.
Mereka berdua tiduran di sampingku, lalu Mang Ucup mengenyot dada kananku dan Mang Yadi melahap dada kiriku sedangkan tangan mereka meraba-raba secara halus daerah selangkanganku, dan mereka bergantian memasukkan jari-jari mereka ke dalam vaginaku untuk mengorek-ngorek vaginaku.
7 menit kemudian, cairanku mengalir deras keluar dari vaginaku, lalu secara bersamaan mereka memasukkan 2 jari mereka ke dalam vaginaku dan mengorek-ngorek cairanku yang ada di dalam vaginaku dan sekitar vaginaku.
Setelah 2 jari mereka berlumur cairan vaginaku, kemudian mereka memasukkan 2 jari mereka yang berlumur cairanku ke dalam mulutku sehingga aku bisa merasakan rasa cairan vaginaku yang ternyata manis, kujilati cairanku sendiri sampai tak bersisa di jari mereka.
âternyata cairanku bener-bener manis yaâ.
âemangnya neng baru nyobain cairan neng sendiri ya?â.
âudah pernah sih, tapi dulu gak semanis kayak gini, kayaknya gara-gara obat pencegah kehamilanku dehâ.
âyaudah neng, kami buka baju dulu yaâ. Lalu mereka membuka baju dan celana mereka, kemudian aku melihat benda yang berdiri tegak di tengah-tengah selangkangan mereka.
Aku sudah biasa melihat penis Mang Ucup, jadinya aku lebih fokus pada penis Mang Yadi yang ukurannya lebih besar dari penis Mang Ucup. Aku takjub melihat penis Mang Yadi karena panjangnya 21 cm, sedangkan diameternya 10 cm.
âmang Yadi, padahal udah kakek-kakek kok penisnya bisa mantap kayak gitu?â.
âabang sering ke Mak Erot, hasilnya ya beginiâ.
âoohh, pantes aja penis abang super kayak gituâ.
âudah,, udah, ngobrolnya, mendingan kita mulai. Yad, lo gue kasih memeknya duluan deh, biar gue pantatnya ajaâ. Lalu Mang Yadi tidur terlentang, sementara aku sudah mengambil posisi di atas badan Mang Yadi, kemudian dengan perlahan aku memasukkan penis Mang Yadi yang besar itu ke dalam vaginaku yang sudah lapar akan penis.
Aku tak menyangka kalau penis Mang Yadi dari ujung kepalanya sampai pangkalnya bisa masuk ke dalam vaginaku meskipun sekarang vaginaku benar-benar terasa penuh. Lalu aku mulai menggoyangkan tubuhku untuk menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan penis Mang Yadi, dan akhirnya rasa sakit itu mulai hilang.
Kemudian, dari belakang Mang Ucup mendorong tubuhku ke depan sehingga posisiku tidur di atas badan Mang Yadi dan dadaku tepat di wajah Mang Yadi, dan tentu saja Mang Yadi langsung melahap payudaraku yang putih mulus dan montok.
Lalu kurasakan benda tumpul yang menyeruak masuk ke dalam anusku, ternyata Mang Ucup sudah menanamkan penisnya ke dalam anusku. Mereka menungguku agar terbiasa dulu, setelah aku sudah mulai merasa nikmat, mereka mulai memompa penis mereka di dalam 2 lubangku.
Aku sangat merasa nikmat karena diobok-obok 2 penis yang ukurannya besar ditambah lagi ketika penis Mang Ucup sedang masuk, penis Mang Yadi, dan sebaliknya, sementara payudaraku dilumat habis oleh Mang Yadi.
9 menit kemudian tubuhku mengejang yang menandakan aku orgasme, tapi cairanku tertahan oleh penis besar Mang Yadi yang mengisi vaginaku sehingga setiap kali Mang Yadi menggenjot vaginaku terdengar bunyi âcplok,,,cplokâ, sementara Mang Ucup sedang asik menikmati jepitan anusku yang sangat sempit.
Sampai 1 jam lamanya mereka terus memompa penis mereka tanpa henti, akhirnya keduanya menyemburkan sperma ke dalam vagina dan anusku hampir secara bersamaan. Setelah mereka selesai menyemburkan sperma mereka, Mang Ucup ambruk menindih tubuhku sehingga tubuhku yang masih muda dan putih mulus dibuat sandwich oleh 2 kakek yang hitam dan sudah keriput.
âwah neng Rasti, vagina neng peret banget, enak euiâ.
âsiapa dulu, Rasti gitu lohâ.
âtapi neng, gak papa abang buang di dalem?â.
âgak apa-apa kok, tenang aja Mang Yadi, pokoknya sperma Mang Yadi ama Mang Ucup aku terima di mana aja abang mauâ.
âgimana Yad, pacar gue mantep kan?â.
âtadinye gue kirain pacar lo nenek-nenek, taunya cewek bohai banget kayak giniâ.
ânah Mang Ucup, Mang Yadi, kalian nginep disini kan?â.
âiya dong sayang, abang ama Yadi bakal nemenin kamu sampai hari mingguâ.
ânah, karena kalian bakal nemenin aku, sebagai imbalannya, aku akan menjadi mainan sex kalianâ.
âberarti neng bakal ngelayanin kita kapan aja?â.
âkapanpun dan dimanapun Mang Yadi ân Mang Ucup mau,,,â.
âasik,,, kalo gini caranya abang mau deh tinggal disini terus-terusanâ. Kemudian kami tertawa bersama-sama dengan penis Mang Yadi masih menancap di dalam vaginaku, dan penis Mang Ucup masih tertanam di dalam anusku.
âMang Ucup ama Mang Yadi kan baru dateng, mendingan aku buatin makanan ya,,,â.
âboleh juga tuh sayang,, jadi laper, yukâ. Lalu Mang Ucup mencabut penisnya dan turun dari ranjang kemudian aku juga turun dari ranjang dan langsung pergi menuju ke dapur untuk memasakkan makanan bagi dua kekasih tuaku. Setelah aku sudah selesai memasak, aku hidangkan makanan di meja makan lalu kami bertiga duduk di kursi.
âwuih, sayang, makanannya enak-enak nihâ.
âiya dong, makanannya harus enak, kan buat 2 orang yang paling aku sayangâ.
âneng Rasti emang mantap deh, udah baik, cantik, bohai, hebat di ranjang, bisa masak juga lagi, coba neng Rasti jadi istri abang, pasti abang seneng tiap hariâ.
âyaudah bang, selama 1 minggu ini kalian anggep aku istri ya, ok?â.
âok, sayangâ. Lalu kami bertiga makan semua makanan yang sudah kumasak, setelah makan Mang Yadi bertanya-tanya kepadaku dan Mang Ucup tentang bagaimana caranya sampai Mang Ucup bisa menikmati tubuhku setiap malam.
âgile lo Cup, enak banget lo ye, tiap malem ada yang bikin lo angetâ.
âhehehe, lagian waktu itu gue ajak gak mauâ.
âtadinya gue pikir, pacar lo itu paling-paling penjaga kantin,, eh gak taunya cewek cantik ân sexy bangetâ.
âoh ya sayang, tau gak kenapa aku ngajak Mang Yadi?â.
âkarena penisnya gede?â.
âada lagi selain itu,,â.
âapaan dong sayang?â.
âsoalnya dia punya obat rahasia dan hanya dia yang punyaâ.
âwah, obat apa, ada hubungannya ama sex kan?â.
âyah, gimana sih sayang, udah pasti ada kaitannya dong, nih lihat yaâ.
Lalu Mang Ucup dan Mang Yadi bangun dari kursi mereka kemudian masing-masing meminum obat, setelah meminum obat penis mereka langsung berdiri tegak.
âwow, Mang Yadi, itu obat apa?â.
âini obat bikinan abangâ.
âiya sayang, keluarga Mang Yadi punya resep rahasiaâ.
âooh gitu, terus fungsi obat ini apa?â.
âobat ini bikin ****** gak bisa tidur, terus ngaceng, udah gitu bikin peju gak bisa abisâ.
âkeren banget, oh ya, fungsi obat ini sampe kapan?â.
âsampai besok siang,,,â.
âwow, aku bisa pingsan kalau kayak gini,,,â.
âtenang aja non, Mang Yadi juga punya obat kuat buat cewekâ.
âfungsinya apa?â.
âbikin tenaga kamu gak abis-abis, ân bikin badan kamu seger terus jadinya kamu bisa ngelayanin kita sampe besok siangâ.
âok, karena aku udah sah jadi istri angkat kalian, aku akan melayani kalian sampai kalian puas, sini obatnyaâ. Lalu aku minum obat dari Mang Yadi, setelah meminum obat itu tubuhku panas, vaginaku terasa gatal, tapi badanku terasa sangat segar.
âyuk, tubuhku udah siap melayani kalian berduaâ. Kemudian kami bertiga menuju ke kamarku, dan mereka langsung menggarap tubuhku seperti binatang buas, tapi kini Mang Ucup yang mengaduk-aduk vaginaku sementara Mang Yadi mengobok-obok anusku.
Benar-benar manjur obat dari Mang Yadi, soalnya sudah beberapa kali orgasme tapi badanku tetap segar seperti tidak terjadi apa-apa, sedangkan Mang Yadi dan Mang Ucup lebih cepat mencapai orgasme dan menyemburkan lahar putih mereka ke dalam vagina dan anusku, tapi penis mereka tetap berdiri, tentu saja, mereka mengaduk-aduk vagina dan anusku lagi tanpa henti.
Kami hanya berhenti beberapa kali untuk makan dan itu pun hanya sebentar, setelah itu tubuhku kembali digarap Mang Yadi dan Mang Ucup tanpa ampun.
Ternyata obat Mang Yadi benar-benar dahsyat karena sudah jam 12 siang, badanku masih terasa segar meskipun badanku penuh sperma Mang Yadi dan Mang Ucup, sedangkan entah sudah berapa kali Mang Yadi dan Mang Ucup menyemburkan lahar putih mereka baik ke dalam lubang anus, vagina, dan anusku maupun ke tubuhku, mulai dari rambut, wajah, tangan, payudara, perut, paha, betis, sampai ujung kakiku sudah dilumuri sperma sehingga kini seolah-olah aku memakai baju dari sperma.
Setelah semburan sperma Mang Yadi dan Mang Ucup yang ke 53 kali menerpa tubuhku, efek obat itu habis dan badan kami langsung lemas, lalu kami tertidur pulas dengan Mang Yadi dan Mang Ucup mengapit tubuhku tapi penis mereka sudah mengecil dan keluar dari vagina dan anusku.
Sepertinya, dalam waktu seminggu aku akan berada dalam surga dunia di rumahku, karena udah penis Mang Yadi dan Mang Ucup, sekarang malah ditambah obat yang bikin penis mereka gak bisa tidur. Betapa senangnya diriku, seminggu ke depan ada 2 orang yang akan menyetubuhiku terus menerus.
Bersambung…
Sudah seminggu aku melayani Mang Ucup dan Mang Yadi secara non stop di rumahku sendiri, sampai hari minggu aku suruh mereka pulang.
âmang Yadi ama mang Ucup pulang dong, aku kan capek ngelayanin terusâ.
âyah, 1 hari lagi deh, Rasti sayang, abang ama Mang Yadi masih ketagihan ama vagina kamuâ.
âyah, bang, pliis pulang ya, soalnya aku juga pengen nemuin orang tuakuâ.
âtau Lo Cup, kan kasihan neng Rasti, masa ngelayanin kita terusâ.
âyaudah deh, gak papa, kalau gitu kami beres-beres dulu ya, sayangkuâ, setelah beres-beres aku mengantar mereka sampai ke pintu tanpa memakai baju dan dengan tubuh yang berlumur sperma.
âsayangku, kapan lagi kita ketemu?â.
âhari senin minggu depan ya Mang Ucup,, soalnya selama 1 minggu, aku mau nemuin orang tuakuâ.
âok, kalau gitu, sampai ketemu senin minggu depan ya, sayangkuâ.
âati-ati sayang, oh ya Mang Yadi kalau misalnya kapan-kapan mau aku layanin lagi, telpon ke hpku aja ya, nomernya udah aku kasih kan?â.
âudah, nih dia. Ok deh, neng Rasti tapi kayaknya dalam waktu cepat abang bakal nelpon neng lagi deh, soalnya abang ketagihan ama vagina neng, sempit ân peret bangetâ.
âah, Mang Yadi bisa aja,, udah, nanti dicariin ama keluarganya lohâ.
âyaudah, kami pulang dulu, makasih ya atas pelayanannya,,kayak di hotel aja,, heheâ, lalu sebelum mereka pergi mereka meremas-remas payudaraku dan menarik putingku.
âdah,,,â, kemudian mereka naik motor Mang Ucup dan pergi menjauh dari rumahku. Akhirnya aku bisa mengistirahatkan tubuhku yang kelelahan ini, lalu aku pergi ke kamarku dan merebahkan tubuhku di atas ranjang yang tercecer noda sperma di mana-mana baik yang sudah mengering maupun yang masih basah, lama kelamaan mataku berat dan akhirnya aku tertidur dalam ruangan yang dipenuhi bau sperma.
Kubuka mataku yang masih lengket, dan aku meregangkan tubuhku yang kini sudah tidak pegal lagi, kulihat jam dinding ternyata sudah jam 10 siang, aku bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.
Setelah selesai mandi, aku turun ke bawah untuk makan, kemudian aku membersihkan kamarku dari sperma yang tercecer di lantai maupun di atas ranjang. Lalu setelah semuanya beres, aku menelpon.
âhalo, international airportâ.
âya, bisa kami bantu?â.
âsaya ingin memesan tiket pesawat terbangâ.
âtujuan mana?â.
âAmerikaâ.
âatas nama siapa?â.
âatas nama Rasti Lestariâ.
âkelas apa, nona Rasti?â.
âkelas VIPâ
âbaik, terima kasih atas pemesanannya, penerbangan pada jam 1.30 siangâ.
âterima kasihâ, kemudian aku menutup telpon.
Lalu aku mengemas baju, celana, pakaian dalam, dan segalanya, tapi aku lupa siapa yang akan menjaga rumah ini, untungnya aku ingat kalau tanteku dan keluarganya akan menempati rumahku selama aku liburan seperti biasa.
Akhirnya jam 11 siang tanteku dan keluarganya datang, kemudian aku menyediakan makanan dan mengobrol-obrol dengan mereka, aku tau anak tanteku yang pertama yaitu si Yudi selalu mencuri-curi pandang ke arah dadaku, Yudi berumur 15 tahun, jadi aku maklumi betapa dia sangat penasaran melihat payudaraku, tapi aku buang jauh-jauh pikiran nakalku karena sebentar lagi aku akan pergi ke bandara.
Tak terasa sudah jam 1/2 1 siang, aku berpamitan kepada tanteku untuk pergi, setelah sampai di bandara aku langsung naik ke pesawat, dan 10 menit kemudian pesawat berangkat.
Di sebelahku ada ibu dengan anak perempuannya, ibu itu sangat ramah kepadaku dan anaknya yang berusia 15 tahun itu juga baik dan ramah, akhirnya mereka berdua memperkenalkan diri.
Sang ibu bernama Sandra, asalnya dari New York, wajahnya cantik untuk perempuan yang sudah berumur 42 tahun, sedangkan anaknya bernama Monic, dia mewarisi kecantikan ibunya, bahkan melebihi kecantikan ibunya, dan biarpun umurnya baru 15 tahun, tapi badannya hampir menyaingiku karena payudaranya kelihatan sangat montok dan kencang seperti payudaraku.
ânak Rasti, sebenarnya mau kemana?â.
âoh, saya mau ke rumah orang tua saya yang ada di Florida, kalau ibu sendiri?â.
âini, si Monic ngajak liburan di New York, oh ya memangnya di Indonesia, kamu tinggal dimana?â.
âya tinggal di rumah orang tua, tapi sama saudara saya, soalnya orang tua saya sering pergi ke Florida karena pekerjaan,,,â.
âoh begitu,,â.
âkalau ibu tinggal di Indonesia atau tinggal di Amerika?â.
âsebenarnya saya tinggal di Indonesia, tapi suami saya dapat kerja di New York, jadi saya dan anak saya berlibur ke New York sekaligus bertemu dengan suami saya,,,â.
âoh, gitu, ngomong-ngomong udah berapa lama tinggal di Indonesia?â.
â10 tahun,, memangnya kenapa?â.
âpantes aja,, bahasa Indonesia ibu lancarâ.
âoh, kirain ibu kenapa,,â, kemudian hpnya berbunyi.
âsebentar ya nak Rasti,,â, lalu aku mengobrol dengan Monic.
âkak Rasti, kakak cantik ya,,â.
âkamu juga kok,,,â, setelah itu ibu Sandra selesai menelpon dan kami bertiga mengobrol sambil memakan hidangan sore yang tadi sudah diantarkan oleh pramugari.
Setelah selesai makan, obrolan kami menjadi menjurus ke hal-hal pribadi, ternyata ukuran bh Bu Sandra 36C, dan Monic 32B. Disaat kami sedang asyik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara ledakan.
âpara penumpang, harap tidak usah panik, sepertinya pesawat mengalami kerusakan mesin, tolong pakai sabuk pengaman, pelampung dan masker oksigen yang telah disediakan karena pesawat akan melakukan pendaratan daruratâ.
Aku melakukan semua yang disuruh, dan setelah itu aku menutup mataku dan berdoa agar aku selamat, tiba-tiba aku mendengar suara benda jatuh ke air dan guncangan yang hebat, setelah guncangan aku sudah tidak sadar.
Tiba-tiba aku sadar dan merasakan rasa sakit yang hebat di kepala dan sekujur tubuhku, dan ternyata tubuhku mengambang di air. Dengan sisa-sisa tenagaku, aku berenang ke arah pantai yang terdekat.
Setelah sampai di tepi pantai, aku merangkak agar lebih aman dari sapuan arus, lalu aku rebah di pasir sambil merasakan nyeri di sekujur tubuhku dan kepalaku, aku terus terbaring di pasir sampai malam.
Tiba-tiba aku merasakan seseorang mendekatiku, kemudian tubuhku diangkat oleh orang itu, aku sudah terlalu lemah untuk melihat siapa orang itu.
Yang aku tau, aku sudah berada di dekat api unggun, akhirnya aku melihat wajah orang itu karena diterangi api unggun, ternyata orang itu adalah seorang kakek dengan tampangnya yang sangat arif dan bijaksana juga badan yang tegap.
âmaaf, aku akan memberimu obatâ, lalu dia meminumkan suatu ramuan yang sangat pahit kepadaku. Awalnya aku ingin muntah, kemudian aku diberikan suatu ramuan lagi, tapi kali ini rasanya sangat manis sehingga rasa mualku tadi akibat rasa pahit jadi hilang.
Lalu si kakek mendekati api unggun dan membakar sesuatu, sementara aku masih lemas terbaring di tanah dengan bajuku yang sudah sobek dimana-mana begitu juga dengan celana jeansku.
Beberapa menit kemudian lukaku tidak terasa perih lagi dan badanku juga tidak lemas lagi sehingga aku bisa duduk dan menyapa kakek itu.
âmmm,,, pak, terima kasih ya, udah nolongin sayaâ.
âoh, gak apa-apa, udah jadi tugas buat saya, nolongin orangâ.
âbapak juga korban kecelakaan pesawat Air Zone ya?â.
âya, untungnya luka saya gak parah jadi saya bisa selamat, oh ya perkenalkan nama saya Bambangâ.
ânama saya Rasti, ngomong-ngomong ramuan apa yang bapak berikan ke saya?â.
âoh, itu ramuan dari berbagai macam tanaman obat jadi rasanya sangat pahit, ya kan?â.
âehm,,,â, balasku sambil menganggukkan kepalaku.
âtapi, fungsinya apa, pak?â.
âluka adek gak terasa perih lagi kan?â.
âoh itu, fungsinya, terus yang kedua buat apa?â.
âbiar badan adek jadi segerâ.
âoh gitu, itu terbuat dari apa?â.
âdari madu, tanaman obat, dan sperma babi hutanâ.
âsperma babi hutan? Gimana cara bapak ngedapetinnya?â.
âgak usah ditanya, yang penting adek selamatâ.
âyaudah, tapi ngomong-ngomong bapak kok bisa tau banyak obat sih?â.
âdulu saya tentara, jadi saya diajari cara bikin obat kalau ada di hutan dan untungnya hutan ini banyak tumbuhan obatnyaâ.
âooh gitu,,,â.
âpantes aja badannya tegap, bekas tentara toh, wah pasti kontolnya gede ân berurat, jadi pengen liatâ, pikirku dalam hati.
âoh ya pak, lagi masak apa sih?â.
âlagi masak daging kelinci buat makan malam, oh ya dek Rasti gak jijik kan kalau makannya gak pake bumbu apa-apa?â.
âsaya sih kalau laper, semua saya sikat, pakâ.
âuntung dek Rasti bukan cewek manja jadi bapak gak perlu repot-repotâ, kemudian kami tertawa bersama, tak lama kemudian dagingnya matang juga.
âhmm,, baunya enak nihâ, lalu dia menyerahkan daging kelinci yang sudah matang itu dan kami mulai makan.
Ketika aku sedang enak-enaknya melahap daging, aku melihat dia mencuri-curi pandang ke arah tubuhku yang dibalut dengan pakaian yang sudah compang-camping. Tadinya sih, aku gak ada niat untuk menggodanya, tapi setelah melihat dia begitu, aku jadi ada niat untuk menggodanya.
âmmmhh, kayaknya boleh juga nih ngasih tubuh gue ke pak Bambang, itung-itung balas budi lagian gue juga pengen nyobain kontolnyaâ, kemudian aku mulai menyusun rencana.
âpak Bambang, bapak punya baju buat aku gak?â.
âgak ada tuh,,â.
âaduh, gimana ya,, badanku udah gatel, deket sini ada sungai gak pak?â.
âoh, dek Rasti mau mandi ya, disana ada sungaiâ.
âyaudah pak, saya mandi dulu yaâ. Segar rasanya setelah mandi, setidaknya badanku tidak lusuh lagi meskipun luka masih berbekas di badanku. Baju dan celana jeans serta bhku kubuang karena rencanaku setelah ini kembali ke pak Bambang dengan telanjang bulat untuk membuatnya semakin menginginkanku.
Lalu aku berjalan ke tempat pak Bambang tadi dengan telanjang bulat dan berpura-pura menutup dada dan vaginaku dengan kedua tanganku, setelah sampai di hadapan pak Bambang.
âDek Rasti, kok telanjang?, baju dek Rasti kemana?â.
âgak tau pak, begitu saya abis mandi, baju saya udah ilangâ.
âoh, mungkin baju dek Rasti dicuri monyetâ.
âkena dia, gue boâonginâ, pikirku.
âyaudah, nih pake baju bapak aja biar gak kedinginanâ.
âmakasih pak, ngomong-ngomong udah jam berapa sih pak?â, balasku sambil memakai kaos pak Bambang.
âoh, gak tau dek, jam bapak rusakâ.
âoh,, gitu ya pakâ. Ternyata kaos pak Bambang hanya bisa menutupi sampai 5 cm di bawah vaginaku saja sehingga jika aku duduk pasti kaos itu akan terangkat dan vaginaku bisa terlihat jelas.
Aku memancing obrolan ke hal-hal yang lebih nakal, ternyata sudah 10 tahun dia tidak dilayani oleh seorang wanita karena dia tetap setia kepada istrinya yang sudah meninggal, sekarang dia tinggal di rumahnya dengan anaknya dan beserta keluarganya.
âmaaf dek Rasti, sebenarnya tidak sopan menanyakan ini, tapi boleh gak bapak pegang dada dek Rasti? soalnya bapak udah gak tahan, tapi kalau gak boleh juga gak apa-apaâ.
âmmmm,,,, gimana ya? Boleh deh pak, nih silakanâ.
âbener nih, dek Rasti, makasih yaâ, kemudian tangannya mulai meraba-raba dadaku, meremas-remas dadaku secara perlahan dari belakang, lalu tanpa kusuruh tangannya sudah menyusup ke balik bajuku.
Kedua tangannya memegang kedua buah payudaraku seperti sedang memegang 2 melon, dia mulai meremas-remas kedua payudaraku lagi tapi kali ini dia juga memilin-milin dan menarik-narik putingku.
Meskipun dia sedang bernafsu, dia tetap meremas-remas payudaraku secara lembut, sepertinya dia tidak ingin menyakitiku walau sekecil apapun. 5 menit kemudian, sepertinya dia sudah puas meremas-remas payudaraku dan mengeluarkan tangannya.
âdek Rasti, makasih ya, udah biarin bapak grepe kamu,,,â.
âgak usah makasih, saya juga merasa enak, kokâ.
ângomong-ngomong payudara dek Rasti ukurannya berapa sih?â.
â34B, kenapa?â.
âpantes aja dipegangnya terasa mantap di tangan bapak, udah gitu payudara dek Rasti masih kencang lagi, sering minum jamu yaâ.
âya semacam itulah. Ngomong-ngomong pak, masa cuma grepe-grepe doang?â.
âmaksud dek Rasti apa?â.
âaku mau kok ngelayanin bapakâ.
ângelayanin bapak, kok Dek Rasti mau? padahal kan bapak udah tuaâ.
âkarena bapak udah nolongin saya, saya mau balas budi, dan hanya ini yang bisa saya berikanâ, sambil membuka kaos yang membalut tubuhku.
âbeneran nih, dek Rasti?â.
âbener, pak. Mulai saat ini tubuh saya tersedia 24 jam untuk memuaskan bapak, dan bapak gak perlu khawatir, saya gak punya penyakit menularâ.
â24 jam?â.
âiya, pokoknya kapan dan dimana saja bapak mau, saya akan melayani bapak, tapi ada 1 syarat, kita pake aku-kamu aja gimana?â.
âsyaratnya gampang banget, yaudah boleh gak aku mulai sekarang?â.
âsilakan, terserah kamu, kan sekarang badanku milik kamuâ. Lalu dia mulai mendekati tubuh telanjangku, pertama-tama dia melumat bibirku, aku balas dengan melumat bibirnya juga, kemudian dia mulai memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, aku juga memainkan lidahku sehingga lidah kami saling membelit, kami bercumbu seperti sepasang kekasih yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
Seusai dia puas mencumbuku, dia menurunkan ciuman dan jilatannya terus sampai akhirnya mulutnya tiba di payudaraku yang montok.
Dia menjilati payudaraku setiap senti demi senti bahkan dia juga menjilati ketiakku, sepertinya dia sangat tergila-gila dengan tubuhku karena sama sekali dia tidak ada rasa jijik sedikit pun menjilati ketiakku sampai basah oleh air liurnya, dan juga payudaraku sudah basah oleh air liurnya.
Kemudian dia mulai mengulum putingku, memainkan putingku dengan lidahnya, dan kadang-kadang dia menarik-narik putingku secara perlahan, sementara aku mendesah dan tubuhku menggelinjang karena aku merasakan vaginaku sudah sangat gatal karena birahiku sudah melebihi puncak akibat foreplaynya.
Dia sudah puas memainkan mulutnya di payudaraku, kemudian dia langsung menjilati vaginaku, mulai dari paha, selangkangan, bibir vaginaku, bibir dalam vaginaku, dan juga dia menyentil klitorisku dengan lidahnya.
âaaaahhhh,,,,oohhhh,,,,hhmmmm,,,,terusâ, desahku. Akhirnya tubuhku mengejang dan orgasme melanda tubuhku yang menyebabkan cairanku mengalir deras langsung menuju mulutnya yang sedang asik menjilati vaginaku, cairanku langsung diseruput habis olehnya hanya dalam hitungan 7 detik.
âwah, kamu aus ya? cairanku langsung abisâ.
âhehe, soalnya cairanmu manis sih, gurih lagiâ.
âayo, pak, sini biar aku bukain celananyaâ.
Aku sudah membuka celana panjangnya, dan kusiapkan hatiku untuk melihat penisnya yang ada di balik boxernya. Ketika aku sudah membuka boxernya, penis itu langsung muncul. Ternyata penisnya lumayan besar, dengan ukuran panjang 22 cm, dan diameter 10 cm, penis itu mengacung tegak ke arah wajahku.
âwah, pak Bambang, ternyata gede jugaâ.
âgimana, Rasti, kuat gak?â.
âkuat dongâ.
âyaudah kamu ambil posisi doggy style yaâ.
âtar dulu dong pak, biar saya kulum dulu biar licinâ.
âyaudah nihâ, kemudian dia menyodorkan penisnya ke mulutku. Aku mulai mengemuti kepala penisnya, kujilati batang penisnya yang berurat itu sampai ke pangkalnya, serta melahap buah zakarnya.
ânah, sekarang udah licin nihâ.
âayo mulai, tapi Rasti, nanti spermanya aku semprot dimana?â.
âdi dalam vaginaku aja ya,,,â.
âgak takut hamil?â.
âudah deh, pokoknya ntar harus di vaginaku, aku pengen ngerasain angetnya sperma kamu, nah baru deh selanjutnya terserah kamu nyemprot dimanaâ.
âok, yuk kita mulaiâ. Lalu aku bertumpu pada kedua lutut dan sikuku yang kutaruh di tanah, kemudian pak Bambang mulai memposisikan dirinya di belakangku.
âwah, Rasti, kamu masih perawan ya? Kayaknya masih sempit bangetâ.
âaku udah gak perawan kok. Udah ah, ayo pak, aku udah gak sabarâ. Lalu dia mengelus-elus sekitar vaginaku dengan penisnya, dan dia mulai memposisikan kepala penisnya di depan vaginaku, kemudian dia mulai memasukkan penisnya ke dalam vaginaku secara perlahan-lahan.
Senti demi senti penis Pak Bambang menyeruak masuk ke dalam vaginaku, dan urat-urat yang menghiasi penisnya bergesekan dengan dinding vaginaku membuat aku merasa semakin nikmat.
âoooohhhh Rasti,,,sempit banget!!â.
âaaa,,,,yooo paak,,,,masukiiin,,,teruuusss!â. Akhirnya, penis pak Bambang tertanam di vaginaku, dia mulai memompa penisnya keluar masuk vaginaku. Gesekan urat-urat penis pak Bambang dengan dinding vaginaku membuatku semakin merasa keenakan.
Dalam waktu 15 menit tubuhku sudah mengejang dan akhirnya aku orgasme, sementara pak Bambang masih asik memompa penisnya keluar masuk vaginaku. 20 menit kemudian aku merasakan penis pak Bambang berdenyut-denyut di dalam vaginaku.
âaaahhhh,,, Rasti,, aku keluar!!!â. Lalu pak Bambang menyemprotkan spermanya ke dalam vaginaku, beberapa kali semburan.
âenak banget vagina kamu, peret banget,,,â.
âyaudah, pak, kita istirahat dulu yaâŠâ.
âtapi, ntar lagi yaâŠâ.
âya pak, tenang ajaâ. Aku duduk beristirahat di pangkuannya, sementara dia duduk di sebatang pohon yang sudah ia tebang dan dijadikan tempat duduk olehnya.
Selama beristirahat pak Bambang terus melumat bibirku dan tangannya meremasi kedua buah payudaraku.
âaduh pak, kok diremes-remes terus sih?â.
âabisnya aku suka banget ama dada kamu, sekel ân kenceng bangetâ.
âah, kamu bisa aja⊠Gimana pak, udah cukup belum istirahatnya?â.
âkayaknya udah, emang kenapa, kamu pengen lagiâ.
âya nih, abisnya aku gak tahan ngeliat penis bapak nganggurâ.
âwah, gak nyangka ya cewek secantik kamu ternyata nakal jugaâ. Kemudian dia menyuruhku untuk membelakanginya sambil memeluk pohon yang ada di dekat kami, rupanya dia ingin menyutubuhiku dari belakang dengan posisi berdiri.
âboleh gak aku masukkin penis aku ke pantat kamu?â.
âgak perlu minta izin,, dimana aja boleh kokâ.
âtapi boleh gak nyemprot di dalam anus kamu?â.
âudah aku bilangin, tubuh aku milik kamu jadi terserah kamuâ.
âyaudah,, aku mulai ya,,â.
Kemudian dia mulai memasukkan penisnya ke dalam anusku secara perlahan. Ternyata, biarpun aku sudah sering melakukan anal sex tapi karena ukuran penis pak Bambang lumayan besar, aku merasa sedikit kesakitan.
Sepertinya, dia tau kalau aku kesakitan jadi dia benar-benar memasukkan penisnya secara perlahan, akhirnya dari kepala penis pak Bambang sampai ke pangkal batangnya tertanam di dalam anusku. Setelah penisnya tertancap di dalam vaginaku, dia berkomentar.
âlobang pantat kamu sempit banget, kalau kayak gini bisa-bisa cuma tahan 15 menitâ. Aku membalasnya dengan menolehkan kepalaku ke belakang dan memberikan senyumanku padanya, kemudian dia mulai menggenjotku sambil kedua tangannya terus menerus meremas-remas payudaraku.
Seperti yang dia bilang, sekitar 15 menitan dia sudah menyemburkan spermanya di dalam lubang anusku. Kemudian dia mengeluarkan penisnya dari anusku, dan tentu saja spermanya meleleh keluar dari anusku.
âRasti, jalan-jalan yuk, kan jarang bisa jalan-jalan di hutan sambil telanjangâ.
âyaudah yuk,,,,tapi bapak udah apal belum hutan ini, tar kita malah kesasarâ.
âgak apa-apa kesasar asalkan masih ada kamu di sampingkuâ.
âah, bapak jago ngegombal deh,,,â.
âtapi tenang aja, aku udah lumayan apal, soalnya udah beberapa kali aku ngiter-ngiter di daerah dekat sini dan juga aku tau jalan ke pantai tempat aku nemuin kamuâ.
âyaudah mendingan ke pantai aja yuk, siapa tau masih ada orang yang selamat selain kitaâ.
Lalu pak Bambang menggandeng tanganku untuk berjalan bersamanya. Selama perjalanan, kami mengobrol yang diselingi remasan demi remasan di kedua buah payudaraku, pak Bambang memang sangat tergila-gila dengan payudaraku yang kencang dan montok seperti yang tadi dia bilang.
Ternyata, lumayan jauh juga jarak dari tempat kami tadi ke pantai. Di tengah-tengah perjalanan, aku melihat penisnya yang menciut karena dingin.
âaduh, aduh, kasihan penis pak Bambang kedinginan, boleh gak aku angetin?â.
âboleh, tapi pake mulut ya,,â.
âberes,,sayangâ. Kemudian kami berhenti, dan aku mulai mengulum penisnya yang lama kelamaan mulai membesar.
âaaahhh,,,mulut kamu anget bangetâ, desahnya. 12 menit kemudian dia menyemburkan lahar putihnya ke dalam mulutku yang langsung kutelan tak bersisa.
Setelah spermanya habis kuminum dan penisnya kujilati sampai mengkilap, kami melanjutkan perjalanan kami. Di pantai, kami berjalan-jalan sekitar pantai dengan harapan menemukan orang yang selamat, tapi ternyata sia-sia.
Tak ada satu orang pun kami temukan, tapi pak Bambang menemukan tas khusus kempingnya, di dalamnya ada tenda, sleeping bag, dan berbagai peralatan lainnya.
Kemudian kami berjalan ke tempat kami tadi untuk mendirikan tenda. Seperti tadi, selama perjalanan dia meremas-remas payudaraku dan setelah sampai di tempat kami tadi, dia memintaku untuk mengulum penisnya sebelum mendirikan tenda.
Seusai kukulum, dia mulai mendirikan tenda sementara aku memasak 2 daging kelinci yang tadi kami tangkap saat perjalanan pulang.
Setelah dia selesai mendirikan tenda, kami memakan kelinci yang sudah aku masak tadi, lalu dia mengajakku masuk ke tenda untuk beristirahat sambil âmenghangatkanâ diri.
Pak Bambang sama sepertiku, meskipun tidak bisa lama-lama menahan orgasme tapi setelah istirahat sebentar nafsu dan tenaganya memuncak lagi persis sepertiku sehingga di dalam tenda itu sudah berkali-kali dia menyemburkan spermanya baik di mulut, anus, maupun vaginaku,
Tapi sepertinya jumlah semburan spermanya tak berkurang meskipun dia sudah berkali-kali menyemprotkan spermanya kepadaku yang senang hati menerimanya.
Entah sudah berapa kali kami melakukan persetubuhan, akhirnya kami memutuskan untuk tidur agar tidak terlalu lemas besok pagi.
Mungkin hanya 4 jam kami tidur, tiba-tiba terdengar suara, aku dan pak Bambang langsung keluar tenda dan kaget melihat banyak laki-laki berkulit hitam memakai topeng, memegang tombak, dan tanpa memakai apa-apa.
âRasti, cepat lari, biar aku tahan mereka!!!â.
âta,,,tapiii,,,,â.
âcepat larii!!!â.Dengan berat hati aku lari meninggalkannya yang tetap menghadapi mereka hanya untuk melindungiku, sebelum aku masuk ke dalam hutan, aku menoleh ke belakang untuk melihatnya sekali lagi, rupanya dia sedang bertarung dengan orang-orang itu, tapi akhirnya perut Pak Bambang ditusuk dengan tombak oleh salah seorang dari mereka.
Aku lari ketakutan ke dalam hutan yang lebih hebat dengan sekuat tenaga sambil menangis memikirkan pak Bambang yang telah dibunuh oleh orang-orang hitam itu.
Karena lariku tidak beraturan, kakiku tersandung kemudian kepalaku membentur keras batu yang lumayan besar dan aku langsung tidak sadarkan diri dan aku tidak tau apa yang akan terjadi pada tubuhku selanjutnyaâŠ
Bersambung…
Akhirnya lama kelamaan aku mulai sadar, aku merasakan kepalaku sakit sekali karena terbentur batu, kepalaku juga berdarah, aku menyeka darahku dengan punggung tanganku.
Lalu aku perlahan bangun dengan sakit yang masih terasa di kepalaku, setelah kondisi badanku sudah tenang, aku baru ingat kalau sebelum aku pingsan aku sedang dikejar-kejar segerombolan orang yang aneh.
Kemudian aku melihat sekitarku tapi percuma saja karena keadaan yang gelap gulita, karena aku sama sekali tidak mengenakan apa-apa di tubuhku, dinginnya malam menusuk sampai ke tulangku.
Aku bingung harus kemana karena aku hanya melihat pohon-pohon tinggi yang menghalangi pandanganku tapi aku bisa mendengar ada suara aliran air karena suasana sangat sepi sekali.
Aku memutuskan untuk mencari dimana aliran air itu, jadi aku masuk ke dalam hutan yang lebat.Ternyata lumayan jauh, tapi akhirnya sampai juga.
Karena aku sangat haus, aku tidak memperdulikan lagi betapa dinginnya air sungai itu, setelah beberapa teguk tenggorokanku terasa sangat segar, selain meminum air sungai aku juga mencuci dahiku yang berdarah serta wajahku.
Karena tanggung aku sekalian saja membasuh tubuhku juga, tapi akibatnya, setelah selesai aku menggigil karena sangat dingin, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar tubuhku hangat.
âmendingan gue lari di tempat ajaâ, pikirku. Kemudian aku mulai lari di tempat untuk menghangatkan tubuhku, setelah badanku sudah agak hangat, aku berhenti lari di tempat.
Tiba-tiba aku mendengar suara dari semak-semak, aku langsung menoleh ke sumber suara itu dan melihat disana ada sekelompok serigala yang sedang mengintaiku, aku bingung harus bagaimana jadi aku langsung lari dari tempat itu, tentu saja para serigala itu langsung mengejarku ke dalam hutan.
Ketika aku sudah terkejar oleh para serigala itu, aku menginjak perangkap jala dan aku langsung tertarik ke atas. Setidaknya aku selamat dari para serigala itu, dan aku bisa beristirahat sebentar.
Aku bangun ketika aku merasakan tangan dan kakiku diikat, setelah aku membuka mataku rupanya aku tangan dan kakiku diikat di kayu yang sedang digotong oleh 2 orang yang berkulit hitam.
Aku merasa seperti hasil buruan yang baru ditangkap oleh mereka, aku hanya menutup mataku dengan pasrah karena aku mengira sebentar lagi aku akan dibunuh dan mungkin dimakan oleh mereka.
Tak lama kemudian, tubuhku terasa berhenti bergoyang-goyang, aku membuka mataku melihat orang-orang berdiri mengelilingiku, lalu tubuhku ditaruh secara perlahan, dan ikatan di kaki dan tanganku dilepaskan.
Baru aku berpikir untuk menerobos kerumunan orang-orang hitam yang mengelilingiku, tubuhku sudah diangkat oleh 2 orang yang membawaku tadi ke tiang kayu yang sangat besar dan terletak di atas tempat yang seperti panggung.
Mereka mendirikanku disana dan mengikat pergelangan tangan dan kakiku lagi di tiang kayu itu, setelah mengikatku kedua orang hitam itu turun dari panggung dan masuk ke sebuah tenda berbentuk aneh yang kuduga tenda itu adalah rumah mereka.
Sementara aku seperti menjadi tontonan di atas panggung oleh orang-orang yang berdiri di depanku. Tubuhku yang putih mulus dapat terlihat jelas oleh mereka, dan karena mereka tidak memakai apa-apa aku bisa melihat penis para lelaki hitam itu mulai menegak karena melihat tubuhku, dan para wanitanya menelusuri setiap senti tubuhku, mulai dari wajah, payudara, perut, selangkangan, paha, sampai kakiku dengan mata mereka.
Lalu dari sebuah tenda yang lebih besar dari tenda-tenda yang lain keluar 4 orang, 2 orang adalah orang yang tadi membawaku, 1 orang lagi badannya bungkuk dan membawa tongkat memakai baju dan celana, sedangkan 1 orang yang terakhir badannya tegap dan besar, dan memakai baju dan celana yang sepertinya terbuat dari bulu hewan. Mereka mendekat ke arahku, mereka berdiri disana menatap tubuhku dari kepala sampai kaki.
âzufubaba,,,,,gikalunoâ.
âtidak, jangan bunuh akuâ.
âfagira kohkulune,,,jaemkahuwaetiâ.
âtidak, jangan makan akuâ.
Karena aku tidak mengerti bahasa mereka, aku mengira mereka akan membunuh dan memakanku, tapi aku kaget ketika pria bungkuk itu berbicara.
âtenang saja, gadis muda. Kami tidak akan membunuhmu apalagi memakanmuâ.
âkamu bisa bahasa Indonesia?â.
âya, tapi kita bahas nanti sajaâ.
âzokulafa,,,homura,,,pokeramuâ, kata pria bungkuk itu kepada semua orang, lalu semua orang itu pergi melakukan aktivitas yang lain, sementara 3 orang yang tadi datang bersama si pria bungkuk turun dari panggung dan masuk ke dalam tenda.
âayo, nona, mari ikut saya ke rumah sayaâ.
âbaik, terima kasih pakâ. Lalu ikatanku dilepas dan dituntun masuk oleh pria bungkuk ke rumahnya, setelah di dalam aku disuguhi minuman dan makanannya lalu mengobrol dengannya.
âperkenalkan, nama saya Ulfsaar,, saya adalah seorang dukun di desa iniâ.
ânamaku Rasti, ngomong-ngomong ini dimana?â.
âini di pulau Harla, pulau yang sangat terpencilâ.
âoooh begitu, tadi yang lain pada ngomong apa sih?â.
âbegini, nak Rasti dianggap dewi kesuburan dan juga dewi kekuatanâ.
âkok bisa kayak gitu?â.
âiya, karena tubuh kamu yang putih mulus dan juga seksi, kepala suku jadi menganggap kamu adalah seorang dewiâ.
âkepala suku, maksud pak Ulfsaar yang memakai baju tadi?â.
âya, di desa ini yang boleh memakai baju dan celana hanya kepala suku dan juga dukunâ.
âoohh begitu,,â.
ângomong-ngomong kok kamu bisa sampai kesini?â.
âkecelakaan pesawat, untungnya aku ditolong jadinya aku bisa selamatâ.
âterus, orang yang nolong kamu sekarang dimana?â.
âudah meninggal, dibunuh ama orang-orang berkulit hitam yang pake topengâ.
âpake topeng? Untung kamu bisa selamatâ.
âmemang kenapa?â.
âmereka adalah suku Kupo yang merupakan musuh suku kami yaitu suku Baro. Mereka adalah suku kanibal yang sudah banyak memakan anggota suku kami, jadi kami memutuskan untuk berperang dengan mereka 3 hari lagiâ.
âooohh, begitu, untung aku bisa lari, tapi kalian gak kanibal kan?â.
âgak, tenang aja kokâ.
âtenang deh, ngomong-ngomong bahasa indonesia pak Ulfsaar lancar banget?â.
âsaya punya teman yang tinggal di pulau Jawaâ.
âooh, gituâ.
ânona, boleh gak saya manggil nama kamu, terus pake aku-kamu?â.
âboleh kok pak, oh ya aku kan jadi dewi terus gimana?â.
âoh ya, aku hampir lupa, ayo aku antar kamu ke sungai buat mandiâ.
âmandi? Emangnya mau ada apa?â.
âkepala suku ingin ngecek kamu dewi beneran atau gakâ.
âcaranya?â.
âkamu akan disetubuhi oleh kepala suku, kamu gak keberatan kan?â.
âgak kok, aku malah seneng, tapi kenapa gak bapak aja yang ngetes aku?â, balasku sambil menjilat pipinya.
âgak boleh, harus kepala suku yang pertama kali mencicipi tubuhmu baru aku dan semua pria dewasa di desa iniâ.
âsemua priaâŠ.?â.
âya, dan rata-rata semua pria disini mempunyai penis yang ukurannya lebih dari 20 cmâ.
âwaw, tapi aku masih bingung gimana caranya aku dianggap dewi beneran?â.
âkepala suku akan menyetubuhimu dalam waktu 2 jam, jika dalam 2 jam kamu gak pingsan, kamu bakal dianggap dewi beneranâ.
â2 jam?! Kalau gitu aku bisa bener-bener puas donkâ.
âyaudah, aku cek vagina kamu duluâ, lalu dia jongkok di depan vaginaku, dia melebarkan bibir vaginaku dari 2 jari kirinya, dan memasukkan 2 jari kanannya ke dalam vaginaku dan menggali dalam-dalam di vaginaku.
âhmm,, vagina kamu sangat sempit, pasti kepala suku bakalan suka, yaudah sekarang kamu mandi duluâ. Kemudian aku dituntun keluar, orang-orang itu langsung menatapku, aku hanya tersenyum karena aku tidak bisa bahasa mereka.
Di sungai, aku membasuh tubuhku yang lusuh dengan air sungai yang jernih dan menyegarkan sementara Ulfsaar menikmati pemandangan tubuh putih wanita cantik yang dibasuh dengan air, mungkin ini pemandangan paling indah yang pernah dilihat olehnya. Setelah mandi, Ulfsaar menuntunku kembali ke desa.
âRasti, boleh gak aku ngeremes dada kamu?â.
âloh, bukannya harus kepala suku dulu yang merawanin tubuhku?â.
âkan cuma ngeremes doang, jadi bolehâ.
âkalau boleh sih, yaudah silakanâ.
âmakasih, abisnya dada kamu montok bangetâ. Lalu dia meremas-remas dadaku dan memelintir kedua putingku selama perjalanan.
Ketika sudah hampir masuk desa, dia berhenti meremas-remas payudaraku. Ternyata para suku Baro sudah menunggu di depan tempat yang seperti panggung itu sementara si kepala suku sudah berdiri di atas panggung itu seperti menantiku.
âoh ya, Rasti kepala suku bernama Uthaâ. Kemudian dia menuntunku ke atas panggung, lalu menyerahkan tanganku ke Utha dan Ulfsaar turun dari panggung.
Genderang drum berbunyi membuat irama musik yang membuatku bersemangat, Utha mulai mengelus-elus kepalaku, kemudian dia mulai melumat bibirku yang mungil dengan bibir tebal dan hitam miliknya, Utha memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, aku membalasnya dengan memainkan lidahku juga sehingga lidah kami saling membelit.
Aku berciuman dengannya sangat lama seperti sepasang kekasih yang berpuluh-puluh tahun tidak bertemu. Setelah puas melumat bibirku, Utha melepaskan ciumannya sehingga terlihat ludah kami yang menyatu, kemudian dia mulai menurunkan ciumannya ke leher jenjangku, aku hanya menutup mataku untuk lebih meresapinya.
Ciumannya terus turun hingga sampai di payudaraku yang kenyal, Utha melumat senti demi senti dari bongkahan payudaraku, sementara putingku dihisap-hisap dan digigit kecil yang membuat putingku menjadi sangat keras.
Setelah dia mulai menurunkan ciuman dan jilatannya lagi, aku bisa bekas-bekas merah di kulit payudaraku, ciuman Utha sampai di pusarku, dia menggelitikku dengan memainkan lidahnya di sekitar pusarku.
Aku melihat orang-orang lain termasuk Ulfsaar sangat serius sekaligus terangsang melihat kepala suku mereka sedang asyik mengerjai tubuh putih seorang cewek muda yang sangat cantik.
Akhirnya ciumannya sampai di vaginaku, Utha langsung memainkan klitorisku dengan lidahnya, tubuhku menggelinjang keenakan.
Lidah Utha yang kasar membuat jilatannya jadi semakin terasa nikmat yang menjalar di seluruh tubuhku, dan juga dia menjilati bibir vaginaku serta menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya, karena aku tidak kuat menahan rasa nikmat lagi, 5 menit kemudian aku orgasme.
Cairanku diseruput habis oleh Utha, setelah habis meminum cairanku.
âlafura zagofamuâŠâ.
âRasti, kepala suku suka ama cairan kamu, manis banget katanyaâ, aku hanya tersenyum. Sepertinya Utha sudah tidak sabar ingin menancapkan batang kejantanannya itu ke dalam vaginaku yang sangat sempit, lalu Utha mulai melepaskan celananya yang hanya berupa sepotong kain itu.
Betapa terkejutnya aku, ternyata penis Utha lebih besar dibandingkan penis-penis yang pernah aku âhandleâ, aku mentaksir penis Utha mempunyai panjang 29 cm dan diameternya 10 cm.
Pertamanya sih aku agak takut juga melihat penis sebesar itu, tapi aku juga jadi tidak sabar ingin merasakan kenikmatan dari penis perkasa itu. Lalu aku tidur terlentang di atas panggung sehingga vaginaku yang merah merekah terpampang jelas di hadapan orang-orang yang menonton, aku memberi isyarat dengan telunjukku kepada Utha seolah menantangnya untuk segera âmencobloskuâ.
Sepertinya Utha mengerti maksudku, karena dia langsung meletakkan kepala penisnya itu di depan bibir vaginaku. Dia mulai memasukkan kepala penisnya ke dalam vaginaku secara perlahan, biarpun kelihatan seram dan kekar rupanya dia tidak ingin membuat aku kesakitan mungkin juga karena aku dianggap dewi jadi dia takut kalau aku sampai marah.
Seperti yang sudah kuduga, penisnya tidak bisa semuanya masuk ke dalam vaginaku, mungkin hanya 3/4 nya saja. Ketika terasa sudah tak bisa masuk lagi, Utha mulai memompa penisnya, aku merasa vaginaku menjadi bertambah lebar karena diameter penis Utha yang besar.
Tapi, lama kelamaan rasa sakit itu hilang seiring dengan rasa nikmat yang semakin menjalar di tubuhku karena urat-urat penis Utha terus menerus bergesekan dengan dinding vaginaku.
15 menit kemudian, aku orgasme untuk yang kedua kalinya tapi Utha masih kelihatan tenang memompa vaginaku dan tentu saja sambil melumat bibir mungilku dan memainkan lidahnya di rongga mulutku, aku hanya bisa membiarkan lidahnya bermain di mulutku dan kubalas membelit lidahnya dengan lidahku.
Sudah sejam, si kepala suku Utha memompa penisnya di dalam vaginaku, aku sudah lebih dari 5 kali orgasme tapi dia belum orgasme. Akhirnya, beberapa menit kemudian aku merasakan urat-urat penisnya berdenyut di dalam vaginaku dan dia juga mempercepat sodokannya.
Aku merasakan semburan spermanya sangat hangat dan juga sepertinya dia menyemburkan spermanya ke dalam vaginaku sampai lebih dari 7 kali sempuran sehingga aku merasakan spermanya meleleh keluar dari vaginaku.
Setelah semburan spermanya berhenti, Utha beristirahat sebentar dengan penisnya yang sudah mulai mengecil masih tertanam di vaginaku.
Kemudian, setelah nafasnya sudah tidak tersengal-sengal, dia mencabut keluar penisnya dari vaginaku, sementara aku yang sudah mengumpulkan tenagaku kembali langsung bangun dan mengulum penis Utha yang berlumuran dengan spermanya serta cairanku sendiri sehingga rasa sperma Utha dan cairanku bercampur sehingga tercipta rasa yang sangat kusukai.
Sambil kukulum, Utha bertolak pinggang dan menoleh ke Ulfsaar.
âhia,,,firaniho,,,ukani,,,paemiâ.
âhia,,,das parehotumaâ. Setelah aku melepaskan kulumanku, Utha langsung turun dari panggung dan masuk ke rumahnya.
âhia,,,pahorutami,,,farhuâ, kemudian orang-orang itu bersorak gembira.
âUlfsaar, tolong ceritain dong, tadi kamu ngomong apaan ajaâ.
âoh ya, aku lupa, gini,, kepala suku udah percaya kalau kamu seorang dewi kesuburan dan kekuatanâ.
âterus,, apaan lagi?â.
âkarena kamu udah dianggap dewi, jadi mulai sekarang kalau kepala suku udah selesai menyetubuhi kamu, aku dan semua laki-laki yang mulai umur 18 tahun harus menyetubuhi kamu jugaâ.
âhaaahh,, emang ada berapa cowok yang harus aku layani?â.
âsekitar 20 orang,, kamu gak apa-apa?â.
âgak apa-apa kok, aku malah senengâ.
âyaudah Rasti, sekarang aku duluan yaâ. Ternyata penis Ulfsaar tidak sebesar penis Utha, penisnya hanya berukuran 18 cm dan diameternya 5 cm, tapi teknik memompanya lebih bervariasi.
Sudah 1 jam tubuhku digenjot oleh Ulfsaar, sudah beberapa kali aku orgasme, selain tekniknya bervariasi, dia juga menyelingi dengan mencumbuku serta menjilati kedua buah payudaraku.
Tak disangka 1/2 jam ke depan, Ulfsaar masih getol memompa penisnya ke dalam vaginaku, sedangkan aku sudah mulai kelelahan akibat orgasme terus menerus.
Akhirnya, Ulfsaar menyemburkan spermanya ke dalam vaginaku, aku menutup mataku untuk lebih merasakan hangatnya semburan sperma Ulfsaar di vaginaku. Seperti sebelumnya, aku melakukan âcleaning serviceâ ke penis Ulfsaar sambil mengumpulkan tenaga. Setelah penisnya sudah bersih, Ulfsaar mencabut penisnya dari mulutku.
ânah, Rasti, abis ini kamu bakal terus-terusan disetubuhi, kamu udah siap?â.
âaku siap kapan aja kok, asalkan ada selang waktunyaâ. Kemudian, Ulfsaar turun dari panggung dan mulailah tubuhku digunakan oleh orang-orang hitam itu untuk memuaskan nafsu mereka dan vaginaku dijadikan tempat pembuangan sperma mereka.
Tubuhku dilanda orgasme terus menerus, tapi aku masih kuat karena masih ada selang waktu antara satu laki-laki dengan laki-laki yang lain sehingga aku bisa mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga sebelum melayani laki-laki yang selanjutnya.
Penis yang tertanam di vaginaku bermacam-macam ukuran mulai dari kecil, sedang, maupun sangat besar meskipun tidak sebesar penis Utha.
Setelah semuanya selesai dan matahari sudah muncul, Ulfsaar memapahku untuk berjalan ke rumahnya, aku berjalan dengan sperma yang menetes dari daerah selangkanganku karena daerah itu benar-benar dibanjiri sperma.
Akhirnya, aku sampai di dalam rumah Ulfsaar, kemudian aku dibaringkan di tempat tidurnya, dengan telaten, Ulfsaar membersihkan daerah selangkanganku yang âkebanjiranâ sperma.
Sementara, aku sudah sangat kelelahan sehingga aku menutup mataku dan lalu tidur. Aku membuka mataku dan melihat Ulfsaar sudah tidak ada, aku bangkit dari tempat tidur Ulfsaar dan keluar, ternyata matahari sudah mencuat di atas.
Ketika aku keluar dari rumah, warga sekitar menyapaku dengan bahasa mereka, aku hanya bisa tersenyum karena aku tidak mengerti bahasa mereka. Aku merasa badanku gatal-gatal, aku memutuskan untuk mandi di sungai terdekat, sungai yang ditunjukkan Ulfsaar waktu itu. Ternyata, Ulfsaar sedang melakukan sesuatu di tepi sungai.
âUlfsaar, kamu lagi ngapain?â.
âoohh, aku lagi bikin ramuanâ.
âramuan apaan? Kok aneh gitu sihâ.
âini, ramuan buat kamuâ.
âbuat aku?â.
âiya, kepala suku ingin minum susu kamuâ.
âsusu aku?? gimana caranya, kan aku belum pernah hamil?â.
âmakanya, aku bikin ramuan ini, supaya kamu bisa ngeluarin susuâ.
âterus, ada manfaat lain gak?â.
âada, kulit kamu jadi putih ân kencang, dan payudaramu tetep kenceng, tapi payudara kamu bisa membesarâ.
âmantep banget khasiatnya, tapi payudaraku bisa sampai seberapa gede?â.
â38C mungkin, kamu gak apa-apa kan?â.
â38C?! Ya gak apa-apa, kebetulan aku juga lagi pengen ngegedein dada aku, tapi ada efek negatifnya gak?â.
âkalau ramuan ini, gak ada efek negatifnyaâ.
âyaudah, sini aku minumâ. Kemudian aku meminum ramuan itu.
âkok rasanya hambar?â.
âiya, sebenarnya rasa ramuan itu pahit, tapi aku tambahin madu biar gak pahitâ.
âooh gitu, yaudah aku mandi dulu yaâ. Kemudian, aku mulai membilas tubuh putihku dengan air sungai yang dingin dan menyegarkan itu.
Aku sengaja sedikit membilas tubuhku dengan agak menggoda agar Ulfsaar menjadi bernafsu, benar dugaanku Ulfsaar langsung mendekatiku dan mendekap tubuhku dari belakang, lalu menciumi leherku dan sekitar kupingku.
âudah, mendingan kita mandi bareng aja yuk, mau gak?â.
âyaudah, aku buka baju dulu yaâ. Dalam sekejap, Ulfsaar sudah telanjang bulat. Tubuhnya yang hitam dan sudah bungkuk serta penisnya yang sudah menegang itu terpampang jelas di hadapanku.
Kemudian, Ulfsaar mendekati tubuh putihku yang tidak terbalut apa-apa dan langsung memelukku, aku juga membalasnya dengan memeluknya. Lalu kami berdua saling mencumbu, sementara kedua tangannya memegangi bongkahan pantatku sambil memasukkan jarinya ke dalam lubang anusku.
âRasti, kayaknya pantat kamu sempit banget yaâ.
âemang kenapa, bapak mau coba?â.
âmau banget sih, tapi harus kepala suku dulu yang merawanin pantat kamuâ.
âoh ya, aku lupa, yaudah tusuk vaginaku ajaâ.
âtapi sebelumnya, aku mau ngerasain vagina kamu duluâ.
âyaudah, aku tiduran duluâ. Kemudian aku tiduran dan melebarkan kakiku untuk memberikan akses pada Ulfsaar. Tanpa disuruh lagi Ulfsaar langsung membenamkan wajahnya ke selangkanganku, dan langsung menjilati daerah sekitar vaginaku, aku baru sadar kalau lidah Ulfsaar sangat panjang.
Ulfsaar menjilati bibir vaginaku mulai dari kiri ke kanan, menjilati klitorisku, dan juga menjilati vaginaku dari atas ke bawah, serta memasukkan lidahnya yang panjang itu ke dalam lubang vaginaku.
Aku menggelinjang kesana kemari karena tekstur lidah Ulfsaar yang kasar menambah sensasi nikmat di vaginaku, belum lagi lidahnya bisa masuk ke dalam vaginaku, sehingga lidahnya yang panjang itu bisa menyentuh dinding vaginaku dan pastinya itu menambah kenikmatan.
5 menit kemudian, tubuhku mengejang ke atas menandakan tubuhku mengalami orgasme.
âaaakkkhhh,,,,aku,,,keluaaar!!â. Ulfsaar tidak membuang waktu lagi, cairanku langsung diseruput habis olehnya, dan juga setelah cairanku habis diminum olehnya, Ulfsaar masih menyedot-nyedot vaginaku hingga tetes terakhir, setelah cairan vaginaku benar-benar habis diminumnya, Ulfsaar bangun.
âkamu kayak orang aus aja, sampai disedot-sedot kayak gituâ.
âabisnya, cairan kamu manis banget kayak maduâ.
âah, kamu berlebihanâ.
âbener kok, aku jadi ketagihan, boleh lagi gak?â.
âboleh kok, pokoknya tubuhku boleh diapain aja ama kamuâ.
âyaudah,,, aku jilatin vaginamu lagi yaâ.
âtapi sekarang kamu yang tiduran, soalnya aku juga pengen ngerasain penis kamuâ. Lalu, Ulfsaar tiduran di atas tanah dan aku tidur di atas tubuhnya dan mengambil posisi 69 sehingga vaginaku di depan mukanya, dan juga penis Ulfsaar menantang tegak di depan wajahku. Langsung aja, aku masukkan penis Ulfsaar ke dalam mulutku, sementara vaginaku sudah mulai dijilati lagi oleh Ulfsaar.
Aku mulai menjilati batang penisnya, kepala penisnya, dan buah zakarnya. 4 menit kemudian, aku orgasme lagi dan cairanku diminum oleh Ulfsaar sampai habis.
âyuk, Rasti, aku udah gak tahan pengen nusuk kamuâ.
âyaudah, kamu tetep tiduran aja, biar aku yang kerja duluan nanti baru kamuâ. Aku berdiri di atas penisnya, dan mulai menurunkan tubuhku secara perlahan, dengan tuntunan tanganku, penis Ulfsaar menerobos masuk ke dalam vaginaku.
Aku menggerakkan tubuhku naik turun, dan juga kadang-kadang aku menurunkan tubuhku agar aku bisa mencumbu Ulfsaar. Setiap 30 menit, kami berganti posisi, dan setelah 1 1/2 jam kami bersetubuh akhirnya penis Ulfsaar mulai berdenyut, aku memintanya untuk menyemburkan spermanya di dalam mulutku.
Setelah penisnya dicabut, aku langsung mengulum penisnya. Kuemut kepala penisnya, kusentil-sentil lubang kencingnya dan kadang-kadang kujilati buah zakarnya, akhirnya hadiah yang kutunggu-tunggu keluar juga.
Sperma hangat Ulfsaar langsung menyemprot ke dalam mulutku yang langsung kutelan habis, setelah habis aku masih mengulum penisnya untuk mendapatkan sisa-sisa sperma yang ada di lubang kencingnya. Kemudian aku melepaskan penisnya yang sudah mulai mengecil, dan aku melihat suatu barang di tepi sungai.
âUlfsaar, benda apa itu?â.
âaku tidak tau, aku menemukannya di pantaiâ.
âah, itu taskuâ, dengan segera aku menghampiri tasku, tapi tidak ada baju karena semua bajuku ada di koper bukan di tas. Tasku hanya berisi pil pencegah kehamilan, hpku, dan alat-alat kosmetikku. Tapi, sayangnya hpku rusak karena terendam air, hilang sudah harapanku untuk bisa pulang.
âRasti, kita balik ke kampung yukâ.
âemangnya, mau ada apaan lagi?â.
âhabis ini, kepala suku bakal merawanin anus kamu, dan setelah itu semua laki-laki akan menyodok anus kamuâ.
âkalau gitu, aku minum obat dulu ya, biar aku gak hamilâ.
âoo, yaudahâ. Kemudian aku merogoh tas kecilku dan menemukan obat, ternyata selain pil pencegah kehamilanku, ada pil obat kuat milik Mang Ucup waktu itu yang bisa membuatku segar terus menerus meskipun aku terus menerus orgasme.
âUlfsaar, abis aku minum obat ini, aku bakal pingsan, kamu gendong aku balik ke pemukiman yaâ.
âyaudah, okâ. Kemudian, aku minum obat kuat Mang Ucup dan juga pil pencegah kehamilanku. Dalam waktu 5 menit, kepalaku pusing dan langsung pingsan, aku sudah tidak sadarkan diri. Dan sebentar lagi tubuhku akan menjadi sarana pelampiasan nafsu suku Baro.
Bersambung…
Aku bangun membuka mataku melihat disekitarku Ulfsaar sedang mempersiapkan sesuatu, aku bangun dari ranjang sambil mengucek-ngucek mata.
âeh, kamu udah bangun, gimana enak gak tidurnyaâ.
âenak banget, ngomong-ngomong kamu lagi ngapain sih?â.
âoh, aku lagi buatin makanan buat kamu, kan kasihan kamu belum makanâ.
âwah, kebetulan, aku laper bangetâ. Kemudian Ulfsaar menaruh makanan di depanku, aku langsung mengambil dan menyantapnya karena aku sangat lapar, sementara Ulfsaar membuatkan minuman.
Tak kusangka ternyata makanan suku Baro ini sangat enak karena rasanya sangat pas di lidahku, maka dari itu aku lebih lahap memakan makanan itu sambil meminum minuman yang telah disediakan Ulfsaar.
âwah, gak nyangka ya, kamu cantik tapi makannya ganas jugaâ.
âabisnya, aku laper banget sihâ.
âhehe,,yaudah makan yang banyak, biar kamu nanti gak lemesâ.âok, tenang ajaâ, lalu aku mulai makan lagi sampai benar tidak ada sisa di piring yang terbuat dari tanah liat itu. Aku mengelap mulutku dengan punggung tanganku dan minumannya juga kuhabiskan.
âwoah, enak bangetâ.
âbagus, sekarang kita keluar, kepala suku Utha dan yang lain udah gak sabar pengen nyobain pantat kamuâ. Kemudian, aku dan Ulfsaar keluar dari tenda dan semua orang langsung menengok ke arah kami setelah itu mereka semua membungkukkan badan mereka karena aku dianggap dewi oleh mereka.
Aku jadi merasa tidak enak disembah seperti ini, tapi aku tidak bisa menyuruh mereka untuk bangun karena aku tidak bisa bahasa mereka.
Kami berdua berjalan menuju panggung yang menjadi tempat persetubuhanku sebelumnya, sambil berjalan aku berpikir apa nanti anusku tidak luka karena penis mereka besar-besar, karena memikirkan itu aku jadi agak takut, tapi aku tetap maju karena birahiku sudah memuncak akibat memikirkan bagaimana tubuhku akan dinikmati oleh mereka.
Akhirnya aku sampai di depan Utha, setelah itu Utha dan Ulfsaar berbicara.
âzanunari kokuandekan?â.
âcahiramunto susuna uja daluarâ. Lalu, Utha berbicara kepada 2 pengawal yang ada di sampingnya, sementara aku bertanya kepada Ulfsaar.
âtadi kalian ngomong apa sih?â.
âtadi kepala suku Utha nanya, apa kamu udah bisa ngeluarin susu, aku bilang udahâ.
âoohh, gitu, terus kapan mulainya?â.
âya abis kamu tunjukkin pantatmu ke semua orangâ.
âooh gituâ.
ânah sekarang, kamu agak bungkukâ. Lalu, aku membungkukkan badanku dan membelakangi para penonton sehingga pantat dan vaginaku yang menggugah selera terpampang jelas di hadapan para suku Baro yang berkumpul di depan panggung. Kemudian, Utha berdiri di sampingku.
âpurahota oranku wukanâ. Aku bertanya kepada Ulfsaar yang ada di depanku.
âtadi, kepala suku ngomong apa?â.
âsekarang, dia mau ngorek-ngorek vagina ân pantat kamu di depan rakyatâ.
âwaw, asikâ.
âkamu suka kalau ditonton orang banyak ya?â.
âiya, aku suka bangetâ.
âyaudah, siap-siap yaâ. Utha mendekatiku dari samping, dia langsung memainkan jarinya di sekitar bibir vaginaku sedangkan aku berpegangan pada Ulfsaar yang ada di depanku. Utha memasukkan 1 jarinya yang lumayan besar itu ke dalam lubang vaginaku, aku menggelinjang keenakan, lalu Utha mulai menggerakkan jarinya keluar masuk vaginaku, tentu saja aku merasa nikmat.
Tapi, belum selesai aku menikmati, Utha memasukkan 2 jarinya lagi ke dalam vaginaku sehingga 3 jarinya yang besar itu berada di dalam vaginaku sehingga vaginaku benar-benar terasa penuh.
Rasanya menjadi lebih nikmat daripada sebelumnya, aku hanya bisa mendesah pelan merasakan nikmat yang mendera tubuhku, dia terus mengorek-ngorek vaginaku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
5 menit kemudian, aku mengalami orgasme dan cairanku langsung mengalir deras membasahi 3 jari Utha yang ada di dalam vaginaku, setelah jarinya berlumur cairanku, Utha memasukkan 1 jarinya ke dalam anusku, rupanya untuk melumasi anusku agar nanti tidak perih.
Setelah melumasi anusku, Utha mengeluarkan jarinya dari anusku, sementara aku melihat ke atas untuk menatap mata Ulfsaar dan melemparkan senyumku yang indah padanya. Ulfsaar membalas dengan tersenyum juga, lalu aku disuruh berdiri oleh Ulfsaar dan menghadap ke arah penonton, para suku Baro langsung bertepuk tangan.
Tubuh putih mulusku terpampang jelas di depan suku Baro yang berkulit hitam itu, Utha tiba-tiba langsung melumat bibir mungilku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku yang kubalas dengan memainkan lidahku juga sehingga lidah kami saling membelit satu sama lain.
Setelah itu, Utha melepaskan ciumannya sehingga aku bisa mengambil nafas, lalu Utha menurunkan ciumannya ke leher jenjangku dan menciumi setiap senti leherku yang membuatku kegelian.
Akhirnya ciuman Ulfsaar sampai ke payudaraku, dia menjilati seluruh bagian payudaraku kecuali putingku, tapi setelah seluruh bagian payudaraku dijilati olehnya, Utha langsung mengulum putingku, ketika dia menyedot puting kananku tiba-tiba terasa ada yang mengalir dari payudaraku.
Aku tidak tau yang apa yang disedot Utha dari payudaraku, tapi akhirnya aku tau setelah Utha berganti menghisap puting kiriku, aku bisa melihat cairan putih keluar dari putingku ternyata itu adalah susuku, aku memoles puting kananku dengan jariku sehingga susuku ada di jariku, aku langsung menjilati dan mengulum jariku sendiri yang berlumur susuku sementara Utha masih sibuk menghisap susu yang keluar dari puting kanan dan kiriku secara bergantian.
Tak kusangka, begitu aku mencicipi susu yang keluar dari putingku itu rasanya manis seperti susu yang sudah diberi gula sehingga aku jadi ketagihan dengan rasa susuku sendiri yang sangat manis itu, pantas saja Utha menghisap susuku seperti orang yang kehausan.
Setelah puas meminum susuku, Utha melepaskan hisapannya terhadap putingku dan langsung menjilati vaginaku, dia telusuri daerah selangkanganku, bibir vaginaku, dan ketika lidahnya menyentuh klitorisku, tubuhku langsung menggelinjang karena terasa geli sekaligus nikmat, sementara aku meremas-remas payudaraku sehingga susu memancar keluar dari kedua putingku.
Utha tetap menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya itu yang panjang dan kasar itu, akhirnya 5 menit kemudian tubuhku menggelinjang yang menandakan aku akan orgasme, seperti biasa cairan vaginaku yang manis itu langsung diseruput oleh Utha.
Rupanya, Utha ingin segera menanamkan penisnya di dalam anusku karena dia langsung bergerak ke belakangku dan langsung menuntun penisnya sendiri ke lubang anusku, setelah sudah tepat berada di depanku, Utha langsung memasukkan penis besarnya ke dalam lubang anusku.
âaahh,,, aaauuuwwcc!!â, teriakku pelan ketika perlahan demi perlahan penis besarnya menyeruak masuk ke dalam lubang anusku yang sempit, urat-urat yang ada di batang penis Utha bergesekan dengan dinding lubang anusku sehingga yang tadinya sakit menjadi nikmat. Akhirnya, penis besar milik Utha amblas tertelan oleh lubang anusku, Utha tidak bergerak mungkin supaya aku terbiasa dulu.
Setelah aku terbiasa, Utha langsung menggerakkan penisnya keluar masuk pantatku secara perlahan.
âaahhh,,,emmmhhh,,,uuuhhhh!!â, desahku ketika penisnya bergerak keluar masuk lubang anusku yang sangat sempit. Lama-lama Utha menaikkan frekuensi kecepatan genjotannya terhadap lubang anusku sehingga aku jadi tambah merasa nikmat, aku terus dipompa dari belakang sehingga wajahku menghadap para suku Baro yang menonton persetubuhanku dengan kepala suku mereka.
Dalam kenikmatan, aku masih bisa melihat para suku Baro dengan raut wajah penuh nafsu apalagi para lelakinya, mereka benar-benar terlihat sudah tidak sabar ingin segera menikmati tubuh putihku.
Sambil menggenjotku, Utha meremas-remas kedua buah payudaraku sehingga susuku memancar keluar dari putingku ke arah para penonton membasahi wajah mereka, tapi mereka malah membiarkan wajah mereka penuh dengan susuku. Aku merasakan lubang anusku melebar karena penis Utha yang terus bergerak keluar masuk berukuran besar.
15 menit kemudian, aku mengalami orgasme yang kedua sedangkan Utha sama sekali tidak terlihat akan orgasme. Tiba-tiba sambil terus menggenjotku, Utha berkata sesuatu kepada Ulfsaar yang ada di sampingnya.
âdekvagona u entatâ.
âdaizâ. Lalu Ulfsaar berjalan ke depanku, sementara Utha menghentikan genjotannya, setelah Ulfsaar berada di depanku.
âtadi, kepala suku Utha bilang apa?â.
âaku disuruh masukkin penisku ke vagina kamuâ.
âjadi aku dimasukkin 2 penis gede sekaligus?â.
âiya,â.
âyaudah, masukkin ajaâ. Entah bagaimana caranya, penis Ulfsaar bisa masuk ke dalam vaginaku dan penis Utha masih tertanam di anusku padahal kami dalam posisi berdiri.
Sekarang tubuh putihku dihimpit 2 pria berkulit hitam, tubuhku bagaikan kapas yang berada di tengah-tengah 2 roti gosong, lalu Utha mulai menggerakkan penisnya keluar masuk anusku sementara penis Ulfsaar keluar masuk vaginaku dengan irama yang berbeda jadi ketika Utha sedang menarik penisnya keluar dari anusku, Ulfsaar menggerakkan penisnya masuk ke dalam vaginaku, begitu juga sebaliknya.
Karena itu, sensasi yang timbul menjadi lebih nikmat sehingga dalam waktu 10 menit aku sudah orgasme yang ketiga kalinya. Bunyi kecipak air terdengar setiap kali Ulfsaar memompa penisnya karena cairan vaginaku tertahan oleh penis Ulfsaar yang mengisi vaginaku.
Tentu saja sambil menggenjot vaginaku, Ulfsaar melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku sementara Utha memelintir kedua putingku, tapi aku hanya bisa terdiam karena bibirku sedang dilumat oleh Ulfsaar sehingga aku tidak bisa mengeluarkan suara.
Selama 57 menit, mereka terus menggenjot tubuhku tanpa henti dan tanpa berganti posisi, meskipun aku sudah berkali-kali orgasme tapi tubuhku tidak merasa lemas karena aku sudah minum obat kuat untuk wanita.
Tak lama kemudian, akhirnya aku merasakan penis mereka berdenyut-denyut di dalam 2 lubangku, setelah beberapa detik kemudian mereka berdua menyemprotkan benih mereka ke dalam lubang anus dan vaginaku secara bersamaan sehingga 2 lubangku itu terasa sangat hangat dipenuhi sperma mereka.
Lalu mereka mencabut keluar penis mereka dari lubang anus dan vaginaku, tanpa disuruh lagi aku langsung berjongkok dan menarik kedua penis itu ke samping kanan dan kiri dari wajahku.
Aku melakukan âcleaning serviceâ ke 2 penis itu hingga benar-benar bersih, rasa sperma mereka memang benar-benar lebih gurih dari sperma yang pernah aku rasakan selama ini. Setelah bersih, Utha menghadap ke arah penonton.
âzukareng, zewec ina bedas kaliun antotâ. Tanpa aku tanya lagi, Ulfsaar langsung menerjemahkan apa yang dikatakan Utha.
âRasti, kepala suku Utha bilang sekarang tubuh kamu milik suku Baro jadi siapapun rakyat suku Baro boleh nyetubuhin kamuâ.
âooohhh, pantes aja yang laki-laki keliatan senengâ.
âya iyalah, para pria suku Baro kan jarang bisa nyetubuhin cewek cantik dan seksi kayak kamuâ.
âaahh, bisa aja,, aku jadi maluâ.
âyuk sini, kamu disetubuhinnya di bawah aja, takut panggungnya nanti rubuhâ.
âok dehâ, lalu Ulfsaar menggandeng tanganku dan menuntunku turun panggung sementara Utha kembali masuk ke dalam tendanya.
ânah, sekarang, kamu sendiri ya, soalnya aku mau siapin segala sesuatu buat perang ngelawan suku Kupo besok dengan kepala sukuâ.
âok, tapi sebelumnya bilang dulu ke mereka, jangan main kasarâ.
âpuru rokyut sikeluan, dowi todak mae maun kesur, joda jungan maun kesur yiâ.
âdaizâ, jawab mereka serentak.
âaku udah bilang ke mereka, jadi kamu tenang ajaâ.
âmakasih yaâ, seraya mengecup pipinya.
âaku tinggal yaâ. Lalu Ulfsaar pergi meninggalkanku, setelah itu tanpa aba-aba para kaum lelaki langsung mengerumuni tubuh putih mulusku dan berebut untuk meremas-remas semua bagian tubuhku yang bisa diremas.
Tubuhku sudah seperti kapas putih yang terombang-ambing di samudra hitam karena jika setelah salah satu dari mereka sudah menyemprotkan sperma mereka baik ke dalam lubang anus, mulut, maupun vaginaku, tubuhku langsung dioper ke temannya yang lain sehingga aku sampai tidak tau lagi siapa yang sedang menggenjot mulut, anus, dan vaginaku karena tubuhku dioper kesana kemari.
Entah sudah berapa penis yang memasuki tubuhku, entah berapa lelaki yang telah berejakulasi dan menyemburkan spermanya ke dalam tubuhku.
Tubuhku memang benar-benar menjadi sarana pelampiasan suku Baro, tapi meskipun begitu seluruh tubuhku tidak belepotan sperma karena mereka semua menyemburkan sperma mereka ke dalam tubuhku dan karena mulut, anus, dan vaginaku sudah âdiperawaniâ oleh kepala suku mereka jadi mereka bebas menyemprotkan sperma mereka ke 3 lubangku sesuai keinginan mereka masing-masing.
Mungkin sudah 10 jam tubuhku dibuai kenikmatan dan dilanda orgasme yang tidak ada hentinya, akhirnya mereka semua sudah tidak bertenaga lagi, tapi aku masih bertenaga karena obat yang kuminum. Selanjutnya, dengan bahasa isyarat mereka menyuruhku untuk bertumpu dengan kedua lutut dan kedua tanganku, lalu ada 2 orang wanita yang mendekat ke arahku.
Satunya memegang 2 buah kursi kecil dan satunya lagi 2 buah ember kecil yang kosong, wanita itu menaruh 2 ember tadi tepat di bawah kedua buah payudaraku yang menggelantung dengan indah.
Setelah itu salah satu wanita itu meremas-remas payudara kananku sehingga susu memancar keluar dari puting kananku langsung ke ember yang ada di bawah payudara kananku, dan wanita satunya lagi melakukan hal yang sama terhadap payudara kiriku.
Tak lama kemudian, kedua ember itu sudah penuh dengan susu yang keluar dari putingku, aku berpikir kalau ini sudah selesai karena kedua wanita itu bangkit sambil masing-masing membawa satu ember yang penuh dengan susu cap Rasti. Tapi, ternyata ada 2 wanita lagi yang datang dan melakukan hal yang sama, dan seterusnya.
âkenapa susu gue gak abis-abis ya, apa gara-gara ramuan si Ulfsaar?â, pikirku dalam hati. Tapi, aku tidak terlalu memikirkannya karena remasan-remasan itu membuatku mencapai orgasme yang ke sekian kalinya, dalam keadaan masih âdiperahâ, aku melihat seorang wanita yang telah memeras susuku, menuang ember susunya ke dalam sebuah gelas dari tanah liat dan dia memberikannya kepada seorang lelaki dan seorang anak kecil yang sepertinya mereka adalah suami dan anaknya.
Akhirnya aku mengerti perananku dalam suku Baro, aku tidak hanya dewi kesuburan yang menjadi tempat pelampiasan nafsu mereka, tapi aku juga dijadikan âsapi perahâ bagi mereka.
Rupanya, mereka memerah susuku bukan hanya untuk manusia saja tapi mereka juga memeras susuku untuk hewan peliharaan. Tapi aku tidak peduli karena meskipun tanpa penis laki-laki, aku bisa mencapai orgasme karena para wanita itu selain meremas-remas payudaraku kadang-kadang mereka juga memainkan putingku.
Akhirnya dalam waktu 2 jam aku selesai âdiperahâ, dan karena efek obat kuatku sudah habis, aku merasa rasa kantuk yang teramat sangat sehingga aku tidak tahan lagi dan menutup mataku. Aku bangun dan menyadari aku berada di tempat yang sudah tidak asing lagi yaitu rumah Ulfsaar.
âRasti, kamu udah bangun? Gimana, enak gak tidurnya?â.
âenak banget, badanku jadi seger bangetâ.
âUlfsaar, kok badanku gak dibersihin sih?â.
âsoalnyaâŠâ.
âkenapa, oohh aku tau, kamu belum puas kan nyetubuhin aku?â.
âkok kamu tau?â.
âkan insting sex aku kuatâ.
âbisa aja kamuâ.
âyaudah, sini, Ulfsaar sayangâ, kataku seraya menggerakkan tanganku untuk memanggilnya. Dia mendekati tubuh putihku yang terbaring di sebuah tikar, sebelum dia menyodorkan penisnya.
âUlfsaar, sekarang udah malem apa udah mau pagi sih?â.
âmasih malem kok, emang kenapa?â.
âgak kok, nanya doangâ, balasku sambil memasukkan penisnya ke dalam mulutku. Aku permainkan batang kejantanannya di dalam mulutku dengan lidahku, kutelusuri setiap milimeter penisnya dengan lidahku, aku yakin tidak ada bagian penisnya yang lolos dari jilatanku. Setelah 10 menit.
âRasti, kayaknya aku udah gak tahan pengen nusuk kamuâ.
âyaudah tusuk ajaâ, balasku sambil melebarkan kakiku.
âhmm, masih ada sperma di vagina kamuâ.
âkan kalau aku cuci sekarang, vaginaku juga bakal kotor lagi ama sperma kamuâ.
âhehe,, lagian kamu punya badan udah kayak bener-bener dewiâ.
âudah ah, ayo dong, aku udah gak tahan nih pengen di tusukâ, balasku. Ulfsaar langsung menancapkan penis besarnya ke dalam vaginaku sehingga aku sedikit berteriak karena agak sakit, tapi aku malah suka dan karena mulutku juga belepotan dengan sperma yang sudah mengering maka Ulfsaar tidak melumat bibirku sehingga aku bisa mengeluarkan suara desahan dan erangan sesukaku.
Ulfsaar mengangkat kakiku dan mendorongnya hingga kedua kakiku berada di samping kanan dan kiri kepalaku.
Dalam posisi seperti ini, aku merasakan penis besar milik Ulfsaar lebih masuk ke dalam vaginaku sehingga rasanya menjadi sangat nikmat, rupanya Ulfsaar sudah sangat gemas terhadapku karena dia menggenjot vaginaku tanpa ampun dan tanpa memperdulikanku.
Kemudian, dia mencabut penisnya dari vaginaku dan memasukkannya ke dalam anusku, sepertinya dia ingin mencoba 2 lubangku sekaligus.
2 lubangku digenjot oleh Ulfsaar secara bergantian dengan posisi ini selama kurang lebih 15 menit.
âUlfsaaarr,,,ganti posisi dong,,,pegel nihâ.
âok,,ok,, maafâ. Kemudian, dia melepaskan kakiku dan kini dia yang berbaring di bawah sedangkan aku diatas sehingga sekarang aku yang memegang kendali, aku bisa mengatur iramanya sesuai keinginanku.
Kadang-kadang aku bungkukkan tubuhku ke depan agar Ulfsaar bisa menyedot susu dari putingku, dan kadang-kadang aku memutar badanku 360 derajat agar penis Ulfsaar terasa terpelintir di dalam vaginaku yang tentu saja membuat sang pemilik penis jadi mengerang keenakan dan juga Ulfsaar mencabut penisnya lalu menancapkannya ke dalam anusku, begitu juga sebaliknya, dia melakukan itu setiap 3 menit sekali.
Tubuhku terus digarap oleh Ulfsaar, sampai akhirnya 30 menit kemudian, Ulfsaar menyemprotkan spermanya di dalam vaginaku. Setelah selesai, Ulfsaar menarik tubuhku ke arahnya agar dia bisa melumat putingku dan menghisap susuku.
âRasti, kamu mau mandi gak?â.
âmau dong, badanku udah gatel-gatel nihâ.
âyaudah, ke sungai sanaâ.
âaahh,, takut,, temenin aku dongâ, balasku dengan nada manja.
âdasar,,, manja,,,â, balasnya sambil mencubit puting kiriku. Kemudian, kami berdua pergi keluar rumah Ulfsaar dan aku melihat suku Baro ada yang sedang makan dan juga ada yang sedang minum susu, tentu saja susu yang mereka minum adalah susuku. Aku berjalan diantara mereka, ada yang menepuk pantatku, ada juga yang mencubit pahaku. Tak lama kemudian, kami sudah sampai di sungai.
âyaudah, mandi sanaâ.
âaahh,,,mandiin dongâ.
âiya, iya, aku mandiinâ.
ânah, itu baru Ulfsaar sayangkuâ. Kemudian, dia memandikanku sambil meraba-rabai tubuh putihku, dia membersihkan noda-noda sperma kering yang ada di mulut, anus, dan vaginaku dengan cara menggosok-gosokkan tangannya.
âUlfsaar sayang, sekalian dong dalemnya dibersihinâ.
âok, putri cantikâ. Kemudian dia memasukkan 2 jari tangan kanannya ke dalam anusku dan 2 jari tangan kirinya ke dalam vaginaku yang membawaku mencapai orgasme dalam waktu 12 menit.
âayo, Ulfsaar sayang, sekarang sabunin dadaku yaâ.
âokâ. Ketika aku sedang asik dimandiin oleh Ulfsaar, tiba-tiba punggung Ulfsaar tertusuk sesuatu dan itu adalah tombak, aku melihat kalau yang melempar tombak adalah orang yang memakai topeng atau suku Kupo.
âUlfsaar, lari,,, cepatâ.
âtaapii,,,,â.
âcepaaatttt !!!â. Tanpa berpikir panjang lagi aku mengambil langkah seribu, meski sebenarnya berat meninggalkan Ulfsaar tapi daripada aku terbunuh. Rupanya, suku Kupo sudah menyerang desa Baro karena aku melihat asap dari kejauhan, jadi aku langsung merubah lariku ke arah yang aku sendiri tidak tau.
Dengan nafas yang tersengal-sengal dan kaki yang lecet karena aku tidak memakai alas kaki, aku berlari dengan kencang sekaligus ketakutan, entah berapa meter yang sudah kutempuh. Karena aku kecapeâan, aku berhenti dan menengok ke belakang.
âuntung gue gak dikejar,,,hhhhâ, kataku sambil tersengal-sengal. Setelah aku sudah bisa mengatur nafasku, aku baru sadar kalau keadaan masih gelap.
Dalam kesunyian, aku berjalan ke arah sumber bunyi yang membuatku penasaran. Ternyata suara yang kudengar berasal dari pantai, aku senang sekali karena berada di tempat yang terbuka tidak seperti hutan, dan aku bertambah senang ketika aku menemukan koperku terbawa arus di pinggir pantai.
Karena koperku bisa kutemukan, aku bisa berpakaian lagi, tapi setelah itu aku bingung harus kemana setelah ini karena aku tidak punya tempat tujuan. Aku memutuskan untuk istirahat dengan selimut yang ada di koperku.
âlumayan, supaya gak lemesâ, pikirku. Ketika sedang asik-asiknya tidur, aku mendengar suara berisik sehingga aku membuka mataku untuk mencari tau bunyi apa itu.
Rupanya malam sudah berganti menjadi pagi sehingga mataku agak silau, tapi aku belum menemukan bunyi itu, aku jadi penasaran dan menengok ke kanan dan ke kiri. Rupanya, bunyi itu adalah helikopter yang menuju ke arahku, aku melambai-lambaikan tangan agar terlihat oleh pilot helikopter, dan tidak hanya helikopter tapi juga banyak kapal yang datang seperti mencari sesuatu.
Rupanya, mereka adalah tim SAR untuk mencari korban kecelakaan pesawat yang aku tumpangi, lalu aku ditolong dan di naikkan ke helikopter, ternyata yang selamat tidak hanya aku seorang tapi lumayan banyak yang selamat.
âaaahhh,,,,akhirnya bisa pulang,,,â. Setelah aku menaiki helikopter, pilot helikopter langsung menerbangkan helikopter dan menjauhi pulau yang menjadi tempatku menyaksikan pembunuhan secara langsung. Aku lega akhirnya bisa pulang, dan aku berharap agar aku tidak mengalami kejadian seperti ini lagi.
Kit jungkit pak plakak ipit tupit acap tempel petek etek bala bulu tambani ili gutut.
SELAMAT ANDA BARU SAJA MEMBACA MANTERA UNTUK MEMPERKECIL TITIT.
Bersambung…
Setelah 2 tahun sejak aku mendapat kecelakaan, sekarang aku sudah kuliah mengambil jurusan design graphis karena memang itulah hobiku. Tak disangka sejak kejadian itu, tubuhku sekarang menjadi tambah sekal saja karena payudaraku kini berukuran 36B dan bongkahan pantatku semakin kencang dan padat, juga kulitku semakin putih karena aku rajin merawat tubuhku.
Oh ya, gara-gara kejadian kecelakaan pesawat 2 tahun lalu, aku bisa mengeluarkan susu dari putingku meskipun umurku baru 19 tahun dan aku juga belum pernah hamil, ini dikarenakan aku meminum suatu ramuan dari suku yang merawatku ketika aku terdampar di sebuah pulau.
Dan 7 bulan lalu aku mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan aku menjadi mandul, aku sedih karena rencanaku sehabis kuliah aku ingin mencari pendamping hidup dan mengakhiri petualangan-petualangan gilaku, tapi ternyata takdir berkata kalau aku tidak boleh berhenti menjalani petualangan sex yang gila.
Sebenarnya aku sudah bosan karena dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai kuliah aku menjadi primadona, tapi apa mau dikata, mungkin sudah menjadi kodratku. Dan resikonya menjadi primadona, ya banyak cowok yang berusaha pdkt padaku, mulai dari cowok kaya, cowok ganteng, bahkan sampai cowok yang pinter berusaha mati-matian untuk dekat-dekat denganku.
Tapi dari mereka semua tak ada yang kuanggap serius karena aku memang malas punya pacar, dan temanku tidak hanya cowok saja tapi temen cewekku juga segudang karena aku tidak pernah menolak siapapun yang ingin berteman denganku.
Ada satu cowok gendut yang selalu diam sendirian, dan dia gemetaran jika kuajak bicara, aku malah jadi penasaran dengan cowok gendut yang biasa dipanggil âBig Macâ itu, dan kebetulan ada tugas final yang harus dibuat oleh 2 orang dalam 1 kelompok.
Setelah dosen keluar, para cowok & cewek yang ada di kelas datang ke mejaku untuk memintaku sekelompok dengan mereka, tapi aku ingin menyelidiki si âBig Macâ ini.
âRasti ama gue yaâ.
âama gue aja, Rasti!!â, teman-temanku saling berebut menginginkanku menjadi teman sekelompok mereka. Aku tidak tau apa alasan teman-teman cewekku menginginkanku menjadi kelompok mereka, tapi aku tau motif utama para cowok ingin aku menjadi teman kelompok mereka yaitu agar bisa puas melihat tubuhku dan mungkin saja mereka berniat memperkosaku.
âmaaf, temen-temen, aku udah punya temen kelompokâ.
âsiapa ?!!â, jawab mereka serentak.
âsi Big Macâ. Semuanya langsung menengok kepadanya, sementara Big Mac sendiri menundukkan kepalanya.
âyah,,â.
âsori yaâ.
âgak apa-apa kok Rasâ, jawab salah seorang temanku. Lalu mereka langsung membubarkan diri, dan Big Mac masih terdiam seorang diri, aku mendekatinya dan duduk di sampingnya.
âBig Mac, gak apa-apa kan kalo gue jadi temen kelompok lo?â.
ânnn,,,ggaa,,kkk,,,apa,,,,apaaâ, jawabnya terbata-bata.
âkok kalo ngomong ama gue, lo gemeteran gitu sih?â.
âeeeee,,,,â.
âayo dong, santai aja kaleeâ.
âaa,,,bisnya,,,gu,,,gu,,,eee,,â.
âlo kenapa, ngomongnya biasa ajaâ.
Akhirnya dengan semangat dariku, dia mulai berbicara denganku secara biasa.
âgue gak enak ngomong ama loâ.
âkenapa, gue ngebosenin ya?â.
âbukan gitu, justru kebalikannyaâ.
âmaksud lo apa, sori nih, aku telmiâ.
âya, lo kan cantik masa ngomong ama gue yang jelek kayak giniâ.
âya ilah, gitu doang, ama gue santai aja kalee, lagian kan sekarang kita sekelompokâ.
âbeneran nih kita sekelompok?â.
âbener, lo mau gak 1 kelompok ama gue?â.
âwuih, gue mau banget, siapa sih yang gak mau sekelompok ama loâ. Big Mac ini mempunyai nama asli yang cukup bagus yaitu Mario Carpest, badannya gendut, wajahnya tidak jelek juga tidak ganteng, kulitnya putih, tingginya sama sepertiku dan tentu saja umurnya sama sepertiku yaitu 19 tahun.
âMac, berat badan lo berapa sih?â.
â98 kiloâ.
âlo gak ada rencana buat ngurusin badan?â.
âada sih, cuman, gue laper mulu jadi susah dehâ.
âhuu, dasar lo, eh kita langsung bikin tugas kita yuk, mau gak?â.
âtapi kan, deadline tugas masih 3 hari lagiâ.
âiya, gue tau, tapi kalo kita ngerjain duluan kan, besok-besok kita bisa tenangâ.
âbener juga apa kata loâ.
âbener kan, lagian lo kan jago tuh jadi 1 hari doang pasti udah selesaiâ.
âlo kali yang lebih jagoâ.
âudah, ah jangan merendah, karya-karya lo kan lebih bagus dari punya gueâ.
âhehe,, terus kita ngerjainnya di kost gue apa di rumah lo, Ras?â.
âdi rumah gue aja yuk biar lebih enak ngerjain tugasnyaâ.
âok dehâ.
âtapi naik apa ya?â.
âkan gue bawa motor kalo kuliahâ.
âoh, lo bawa motor, kenapa gak bilang ama gue dari tadi, yaudah yuk kita berangkat sekarangâ.
âyokâ. Lalu kami berdua menuju tempat parkir, selama kami jalan berdua, teman-teman kampus yang lain melihat kami, mungkin mereka berpikir âkok Big Mac bisa jalan bareng ama Rasti?â. Setelah sampai di tempat parkir, Big Mac menuju motornya, tak kusangka motornya bagus dan berbodi besar, yah seperti motor yang digunakan pembalap-pembalap internasional.
âwow, motor lo bagus ân sesuai ama lo?â.
âmaksud lo apa?â.
âiya, motor lo segede yang punyaâ.
âenak aja lo, ayo cepetâ.
âok big bossâ.
Lalu aku naik membonceng di belakangnya.
âee, Mac, gue boleh pegangan ma lo gak?â.
âboleh aja, lo takut jatoh ya?â.
âiya, gue takut, jadi lo bawanya jangan kenceng-kenceng yaâ.
âiye, iye, gampang, udah cepet peganganâ. Aku memeluk badannya yang besar itu dengan erat karena aku memang takut sekali jika naik motor, untungnya Mac mengendarai motor dengan pelan dan hati-hati sehingga aku jadi tidak takut.
Selama perjalanan aku mengobrol berbagai macam hal dengannya, mulai dari dosen, teman, dan bahkan pengalaman pribadinya, dia bercerita padaku kalau dia suka pada salah satu teman cewekku yang bernama Ana.
âbeneran, lo suka ama si Ana? kalo bener, tar gue bilangin ke diaâ.
âja,,,jangan,, dia kenal aja kagak ama gueâ.
âyah kenalan lah, susah amatâ.
ânah itu dia masalahnya, gue gak pdâ.
âgak pd kenapa?â.
âkan biasanya cewek cantik ngeliatnya fisikâ.
âiya sih, si Ana emang nganggep fisik lebih penting, tapi gak semua cewek cakep ngeliat fisik contohnya gueâ.
âboong loâ.
âiya, kalau gue mentingin fisik, pasti gue udah jadi rebutan cowok-cowokâ.
âterus kenapa lo belum punya cowok ampe sekarang?â.
âcowok-cowok yang ngedeketin gue ada maunya, tau sendiri kanâ.
âiya-iya, gue tau, oh ya nih belok kemana?â.
âtuh depan bentar lagi rumah gueâ. Akhirnya kami sampai di rumahku yang baru karena rumah ortuku yang dulu dijual sebab ortuku pindah ke luar negeri dengan pembantuku juga, jadi aku dibelikan rumah yang lebih kecil dan sederhana daripada sebelumnya karena aku tinggal sendirian.
ârumah lo kayaknya nyaman banget yaâ.
âiya dong, kan ni rumah gue rawat terus, yaudah yuk masukâ. Kemudian kami berdua turun dan masuk ke dalam rumahku yang kecil tapi sangat nyaman karena semua ruangan kupasangi ac kecuali kamar mandi tentunya.
âminum apa nih?â.
âudah, jangan repot-repotâ.
âmasa tamu gak disuguhin minuman, udah mau minum apa?â.
âmmm,,, soft drink aja dehâ.
âyaudah, bentar yaâ.
âoh ya, wc dimana gue mau cuci muka duluâ.
âtuh disanaâ. Kemudian aku ke dapur sementara Mario ke kamar mandi.
Aku juga sekalian ke kamarku untuk mengganti bajuku supaya aku tidak gerah, setelah berganti baju dengan kaos yang biasa kupakai di rumah yaitu kaos putih yang longgar dan celana hotpants, lalu aku pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk Mario, setelah itu aku kembali ke ruang tamu dimana Mario sedang menonton tv yang ada di ruang tamu.
âbuset, baju lo kok kayak gitu?â.
âsori banget nih, soalnya gue lebih nyaman pake kayak gini, gak apa-apa kan?â.
âgak apa-apa sih, cuman gue kaget ajaâ.
âyaudah, lo langsung ke kamar gue aja, soalnya komputernya ada di kamar gueâ.
âgue boleh bawa minuman gue kan?â.
âya bolehlah, udah sana, gue mau ngunci pintu duluâ. Setelah mengunci pintu, aku langsung menyusul Mario yang sudah lebih dulu menuju kamarku. Ternyata, dia sudah mulai mengerjakan tugas sendirian sambil meminum minuman yang tadi kubuatkan untuknya.
ânih gue bawain makanan, kacang ân kue-kueâ.
âboleh gue makan kan?â.
âgak boleh, bolehnya diliatin aja. Ya boleh lah, ngapain gue capek-capek bawa kesini kalo gak boleh di makanâ.
Sambil makan dan minum, dia mengerjakan tugas sementara aku berdiri dan sedikit membungkuk di sampingnya untuk melihat apa yang sedang dilakukannya.
Karena aku membungkuk, payudaraku jadi berada tepat di samping kepalanya sehingga ketika dia menengok ke arahku, matanya langsung disuguhi pemandangan yang indah yaitu payudaraku yang montok dan kencang. Aku tidak tau kalau kadang-kadang dia mencuri-curi pandang ke arah dadaku karena aku terfokus pada komputer, setelah dia sudah mengeluh capek.
âRas, gantian dong capek gue nih!â.
âiye, iye, sini gue gantiin, lo istirahat aja duluâ. Lalu aku duduk di depan komputer dan mulai mengerjakan sementara dia tidur-tiduran sambil melihat hpku, aku lupa belum menghapus video bokep yang direkam temanku ketika aku sedang disetubuhi 5 orang pekerja bangunan.
Aku terlambat menyadari hal itu, tiba-tiba Mario mengunci pintu lalu mendekatiku yang masih serius mengerjakan tugas. Dia langsung meremas-remas payudaraku dari belakang kursi.
Aku langsung meronta-ronta dan bangun dari kursi secepat mungkin setelah aku berhasil melepaskan remasannya.
âmau ngapain lo Mac?â.
âsori, gue udah gak tahan ngeliat bodi loâ. Lalu dia mendorong tubuhku ke tembok, setelah badanku sudah merapat ke dinding, Mario memegangi kedua tanganku, aku meronta-meronta untuk melepaskan diri tapi aku tak berdaya melawan Mario karena badannya yang besar.
Aku hanya bisa pasrah ketika dia mulai melumat bibir mungilku, dia mainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, sebenarnya aku ingin bermain dengan lidahnya tapi aku geleng-gelengkan kepalaku agar terkesan mengadakan perlawanan, itu semua kulakukan supaya nafsu birahinya jadi semakin bertambah.
Sambil melumat bibirku, dia juga meremas-remas payudaraku sehingga birahi semakin mengambil alih diriku yang membuatku tanpa sadar meremas-remas penisnya yang masih terbalut celana jeansnya. Dia melepaskan cumbuannya.
âRas, lo emang bener-bener idaman para cowokâ, aku hanya memberikan senyum manisku kepadanya.
Lalu dia mulai membuka kaosku dengan paksa karena dia sudah sangat bernafsu melihatku yang sudah pasrah padanya, setelah kaosku terbuka dia langsung membuka Bhku sehingga payudaraku yang berukuran 36B dan putih mulus terpampang jelas di hadapannya.
âanjrit, toket lo mantep bangetâ. Lalu dia merebahkan tubuhku ke ranjang, kemudian dia mulai menelusuri satu senti demi satu senti dari payudaraku dengan lidahnya, aku hanya bisa mendesah pelan ketika tekstur lidahnya yang kasar menyentuh kulit payudaraku yang halus.
Setelah itu dia menyentil-nyentilkan lidahnya ke kedua putingku secara bergantian dan kadang-kadang dia memelintir serta memilin-milin kedua putingku. Ketika dia memasukkan putingku ke mulutnya dan mulai menghisapnya, kurasakan susuku langsung mengalir keluar dari putingku menuju ke mulut Mario.
âkok ada susunya sih?â.
âudah isep aja, mau gak?â.
âmau dong, susu lo manis banget gituâ. Lalu dia mulai menghisap kuat-kuat putingku seperti ingin menyedot habis susu yang keluar dari putingku.
Mario menghisap susu dari kedua putingku secara bergantian, setelah puas menyeruput habis susuku, dia berkomentar.
âparah, baru kali ini gue nyobain susu cewek udah gitu manis lagiâ, aku tidak berkata apa-apa. Kemudian, dia mulai membuka hotpants serta cdku.
âmmhh, wangi apaan nih?â, setelah itu dia mengendus-endus vaginaku.
âooh, taunya dari sini. Ras, memek lo wangi melati ya, harum banget memek loâ.
âkan gue rawat terus, jadinya udah pasti wangi dongâ.
âkalo gini sih, gue jadi tambah nafsu aja ama loâ.
âudah, mau dicobain apa mau diendus-endus doang?â.
âhehe,,sori,,abisnya gue kagum banget ama bodi loâ. Kemudian, dia mulai menjilati bibir vaginaku yang masih tertutup rapat, dan juga Mario melebarkan bibir vaginaku dengan 2 jarinya.
Karena aku mencukur habis rambut kemaluanku jadi daerah selangkanganku yang putih mulus tambah kelihatan bersih, aku mendesah pelan ketika lidah Mario menyapu bibir vaginaku. Akhirnya, dia menemukan klitorisku, tentu saja tanpa ragu-ragu lagi dia langsung menyentuh klitorisku dengan lidahnya sehingga aku mendesah dengan lebih kencang dari sebelumnya.
âaaaahh,,,,mmmmhhh!!â, desahku ketika dia menyentil-nyentilkan lidahnya ke daging kencilku yang sangat sensitif.
âbuset, klitoris lo manis bangetâ.
âyaudah, terusin dong jangan berhentiâ.
âok,,â. Lalu dia meneruskan aktivitasnya yang tertunda, tapi kali ini dia memasukkan 2 jarinya ke dalam lubang vaginaku dan menggerakkan 2 jarinya itu keluar masuk vaginaku. Vaginaku terasa penuh karena diisi 2 jari Mario yang besar.
âah, gue tambahin ahâ.
âjaaannngggâŠ.â, belum selesai aku berbicara Mario sudah menambahkan 1 jarinya lagi ke dalam vaginaku sehingga kini vaginaku benar-benar terasa penuh sesak daripada sebelumnya.
âawwhhh,,,mmmhhhâ. Erangku, tapi sepertinya Mario tak menghiraukanku karena dia terus melakukan aktivitasnya. Dia mengobok-obok vaginaku sementara aku hanya bisa mengigit bibirku sendiri sambil menahan rasa nikmat yang tiada taranya.
Aku merasa sudah tidak tahan lagi hingga tubuhku mengejang dan aku menekuk tubuhku keatas.
âaaaahhhh,,,â, desahanku karena aku mengalami orgasme dan mengalirlah cairan dari vaginaku dengan deras langsung mengucur keluar membasahi 3 jari Mario yang sedang mengubek-ubek vaginaku. Setelah cairanku sudah terkuras habis, Mario berkomentar.
âwuih, cairan lo banyak juga, Rasâ, aku hanya diam tidak membalas perkataannya.
âRas, boleh kan gue nyobain cairan lo?â. Aku hanya mengangguk pelan karena aku sudah lemas. Mario menjilati cairanku yang ada di jarinya, dia menjilati jarinya sendiri sampai benar-benar bersih dari cairanku.
âwaw, cairan lo manis kayak madu, jadi pengen lagi nihâ. Lalu Mario melebarkan kakiku sehingga vaginaku yang banjir karena cairanku sendiri bisa terlihat jelasnya.
âmmhh,,, memek lo menggoda bangetâ. Mario langsung membenamkan wajahnya ke lembah kenikmatanku yang sudah banjir oleh cairanku.
âsslluuurrpppâŠ.slluurrppâ, bunyi yang muncul ketika Mario menyeruput cairan yang ada di daerah vaginaku.
Aku merapatkan kakiku sehingga kepala Mario terhimpit kedua pahaku, rupanya Mario tau kalau aku tidak mau dia berhenti sehingga dia lebih menaikkan frekuensi jilatannya dan ketika lidahnya mengenai klitorisku, aku merasa badanku dialiri listrik dan aku mendesah seperti orang yang sedang kecapeâan.
Mario sadar kalau lidahnya mengenai klitorisku sehingga kini dia lebih memfokuskan jilatannya ke klitorisku. Karena G-spotku ada di klitorisku, aku lebih cepat mencapai orgasme daripada sebelumnya, tentu saja semua cairan yang keluar dari vaginaku langsung diseruput habis oleh Mario.
Setelah orgasmeku yang kedua itu, aku melepaskan himpitan pahaku kepada kepala Mario, tapi Mario masih tetap membenamkan wajahnya di vaginaku untuk membersihkan sisa-sisa cairanku yang masih ada di bibir luar vaginaku.
âudah dong, jangan dijilat terus, geli tauâ, kataku seraya menepuk kepala Mario.
âhe,,,he,,,he,,, sory, abisnya memek lo manis ân wangi banget, gue jadi gak mau pisah ama memek loâ.
âah, ada-ada aja lo, tapi memek gue enak banget ya?â.
âbeh, bukan enak lagi tapi mantab, btw lo juga bisa ngeluarin susu ya?â.
âya, gimana susu gue?â.
âmanis juga, lo pake apaan sih, kok bisa manis dua-duanya kayak gitu?â.
âmau tau?â.
âiyaâ.
âmau tau aja dehâ.
âhmm,, dasarâ.
âhe,,he,, eh, gue aus nih, gue mau ambil minum, lo mau gak?â.
âsini, lo gue gendongâ. Tubuh telanjangku diangkat, lalu aku melingkarkan kakiku ke pinggangnya dan melingkarkan tanganku ke lehernya, kami berdua seperti sedang bulan madu. Dia menciumi wajahku, dan bibirku selama berjalan ke dapur, aku membalasnya dengan melakukan hal yang sama.
âkita kayak suami istri aja yaâ.
âkalo istri gue secantik lo, gue bakal ngentotin lo terus-terusanâ.
âaahh, gue jadi malu, he,,heâ. Setelah sampai di dapur, Mario menurunkanku dan aku mengambil minuman di kulkas dengan sedikit membungkukkan badanku sehingga pantat bulatku terekspos jelas ke Mario, dan dia langsung menepuk pantatku.
âeh, nakal ya, pake nepok pantat gue segalaâ.
âabisnya pantat lo ngegemesin sihâ.
âmaksud lo?â.
âya, pantat lo tuh bulet ân kenceng bangetâ.
âiya dong, siapa dulu pemiliknya, Rastiâ, balasku sambil menggoyang-goyangkan pantatku ke arahnya. Lalu, aku minum air jus yang kuambil dari kulkas.
âloh, lo gak minum?â, tanyaku sambil menaruh gelas yang sudah kosong.
ângapain minum kayak gituan, kan ada susu loâ. Dengan semangat 45, dia langsung meremas-remas payudara kananku sedangkan payudara kiriku disedot Mario sampai pipinya kempot. Susuku yang hangat dan manis langsung mengalir keluar menuju mulut Mario.
âmmhh,,manis bangetâ.
âudah dong, lo kira gak geli apaâ.
âhe,,he,,sori dehâ.
âgue cuma bercanda kok, sedot aja sepuas loâ.
âasik!!â. Lalu dia menyedot susu dari payudara kanan dan kiriku secara bergantian selama kurang lebih 5 menit, lalu dia menyudahi sedotannya.
âudah belum minum susunya?â.
âudah puas gue minum susu lo, eh Ras, gantian dong, lo yang isep punya gueâ.
âah ogah ahâ.
âayo dong, pliis..â.
âemang untungnya apa gue isep punya lo?â.
âkalo lo isep punya gue, lo gue beliin apaan aja yang lo mau dehâ.
âbener?â.
âbener, ya,,ya mau yaâ.
âhe,,he,, gue cuma becanda kok, gue bukan cewek matre kaleeâ.
âjadi lo mau ngisep ****** gue?â. Aku membalasnya dengan tersenyum dan juga mengangguk. Aku berjongkok untuk membuka celananya, sementara Mario membuka bajunya, setelah celana jeansnya sudah kubuka, aku langsung membuka celana dalamnya dan penis Mario langsung menyembul keluar untuk menyapaku.
Ternyata, penis Mario tidak begitu panjang, tapi penisnya gemuk seperti pemiliknya, penis Mario mempunyai panjang 14 cm dan berdiameter 4 cm. Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung memasukkan penis Mario ke dalam mulutku, aku langsung jilati kepala penisnya yang membuat pemiliknya menggelinjang, mungkin karena terasa nikmat sekaligus ngilu.
Tiba-tiba Mario menekan penisnya ke dalam mulutku, untungnya penisnya tidak terlalu panjang sehingga aku hanya sedikit tersedak, kini Mario memaju mundurkan penisnya ke dalam mulutku seperti sedang menggenjot vaginaku.
Aku hanya bisa diam menerima sodokan-sodokan Mario terhadap mulutku, tapi lama kelamaan aku merasa tidak enak juga karena penisnya yang gemuk memenuhi mulutku, sementara mulutku sedang digenjot olehnya tanganku memijati buah zakarnya dengan perlahan.
Setelah beberapa menit, dia mengerjai mulutku, Mario berhenti memompa mulutku sehingga kini aku yang bekerja, aku emut kepala penisnya secara perlahan sambil tanganku terus memijati buah zakarnya.
Lalu aku telusuri batang penisnya dengan lidahku dari pangkal ke kepalanya dan sebaliknya, kemudian aku menyentil-nyentil lubang kencingnya dengan lidahku, setelah puas bermain dengan penisnya, aku memainkan mulutku di buah zakarnya sampai-sampai daerah selangkangan Mario basah semua karena jilatan-jilatanku.
Tapi ketika aku sedang asik-asiknya menjilati lolipop daging milik Mario, lolipop itu berdenyut-denyut yang menandakan sebentar lagi akan orgasme, dengan terpaksa aku menghentikan aktivitasku.
âyah, masa udah mau ngencrot sih?â.
âabisnya lo jago banget sih ngisepnyaâ.
âyaudah, kita cooling down dulu yaâ.
âok, tapi ke kamar lo yuk, capek nih berdiriâ.
âiya, iya, yukâ. Kemudian, aku dan Mario pergi menuju kamarku dalam keadaan bugil, tentu saja dia menciumiku selama berjalan ke kamarku. Setelah sampai di kamar, Mario menyuruhku untuk tidur terlentang di ranjang, tentu saja aku mengikutinya karena aku juga tidak tahan lagi ingin disuntik.
Mario naik ke atas ranjang dan menyiapkan penisnya di depan vaginaku, lalu Mario melebarkan kakiku sehingga vaginaku yang bersih terlihat jelas. Dia mengelus-eluskan penisnya ke atas dan ke bawah menelusuri bibir luar vaginaku sehingga birahiku menjadi naik kembali, lalu Mario menaruh kepala penisnya di pintu masuk lubang surga dunia milikku.
Kemudian dengan perlahan dia memasukkan penis gemuknya ke dalam vaginaku yang sudah lapar akan penis, tanpa usaha yang keras, penis Mario dengan mudah amblas ditelan vaginaku karena penisnya tidak terlalu besar dan juga karena vaginaku sudah dilumasi oleh cairanku sendiri.
Aku melingkarkan kakiku ke pinggangnya, sementara dia belum mulai memompa vaginaku karena dia ingin merasakan betapa hangat dan sempitnya vaginaku, selain itu dia juga ingin menciumku tapi tidak bisa karena tertahan perutnya yang gemuk.
Akhirnya dia mulai memompa penisnya keluar masuk vaginaku dengan irama yang perlahan untuk membiarkan aku terbiasa dengan penis gemuknya yang membuat vaginaku terasa penuh meskipun tidak terlalu besar.
Sementara Mario menggerakkan Mr. P nya keluar masuk vaginaku, Mario juga meremas-remas kedua buah payudaraku dengan kedua tangannya sehingga susuku memuncrat keluar dari putingku.
Sodokan demi sodokan menerjang vaginaku, rupanya Mario belum terlalu lihai dalam hal mengaduk-adukkan tongkatnya di dalam vagina seorang wanita karena dia memompa vaginaku tanpa irama yang jelas, kadang cepat kadang lambat. Tapi meskipun pompaan Mario tidak berirama, itu sudah membuatku menggelinjang keenakan.
Tak terasa sudah 20 menit Mario mengaduk-aduk vaginaku dengan batangnya, kurasakan tubuhku sudah tidak tahan lagi menikmati kenikmatan yang bersumber dari vaginaku dan menjalar di sekujur tubuhku seperti aliran listrik.
Dan akhirnya aku benar-benar tidak tahan lagi, tapi aku juga merasakan penis Mario mulai berdenyut-denyut di dalam vaginaku sehingga aku harus menahan orgasmeku agar kami berdua mencapai klimaks secara bersamaan. Dengan susah payah aku menahan klimaksku sampai 5 menit ke depan.
âaahh,,,Ras,,,guuee,,,kkeeluuarr!!!â.
âgguuee,,jjuggaâ. Akhirnya aku mencapai orgasme dan mengeluarkan cairan dengan deras dari dalam vaginaku, bersamaan dengan itu Mario juga menyemburkan spermanya ke dalam vaginaku.
Vaginaku benar-benar terasa hangat karena cairanku dan sperma Mario bercampur aduk di vaginaku, aku merasakan Mario menyemprotkan sperma ke dalam vaginaku sebanyak 5 kali semburan.
Setelah penis Mario sudah memuntahkan semua lahar putihnya, kami beristirahat dengan nafas tersengal-sengal, tentu saja Mario sudah mencabut penisnya keluar dari vaginaku.
Aku merasakan hangatnya sperma dan cairanku mengalir keluar dari vaginaku menuju ke kasurku. Aku menolehkan muka untuk menatap mata Mario, begitu juga dengan Mario menatap mataku dengan penuh arti.
âRas, maafin gue yaâ.
âkenapa?â.
âgue ngencrot di dalam memek loâ.
âya ilah, gitu doang, nyantai aja lagiâ.
âbener, gak papa?â.
âbener kok, eh btw, lo udah berapa kali ngesex ama cewek?â.
âbaru kali ini doang kokâ.
âyang bener?â.
âbener, emang kenapa?â.
âkok lo tau sih cara foreplay?â.
âkan gue cowok jadi gue tau caranya lewat film-film bokepâ.
âoohh,,gituâ.
ânah, lo sendiri dari umur berapa udah gak virgin?â.
âjangan ah, itu rahasia gueâ.
âoh, sori-soriâ.
âgak apa-apa, eh iya, tugas kita belum selesai tuh, gara-gara lo pake nafsu segalaâ.
âsori banget deh, tadinya gue juga mau serius ngerjain tugas, tapi ngeliat lo pake hotpants, gue jadi nafsuâ.
âyaudah, sana kerjain, gue mau mandi dulu biar wangi lagiâ.
âtapi ntar gue boleh ******* ama lo lagi kan?â.
ângggâŠtau deh, liat nanti yaâ.
Aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang telah menjadi tempat pelampiasan nafsu Mario sementara Mario mengerjakan tugas. Setelah tubuhku wangi kembali, aku kembali ke Mario dengan telanjang.
âMac, gue telanjang aja, gak apa-apa kan? Kan lo udah ngeliat body gue iniâ.
âiya, gue malah seneng kalo lo gak pake bajuâ.
âhuu, dasar lo, udah sana lo kerjain tugas, gue mau nonton tv duluâ.
âeh, tapi ntar gantian ye, masa gue ngerjain sendiriâ.
âok, ntar bilang aja kalau lo udah capekâ. 15 menit kemudian, Mario sudah kelihatan capek.
âRas, gantian dong, gue capek nihâ.
âok, lo istirahat dulu sanaâ. Aku dan Mario terus bergantian mengerjakan tugas kami sampai jam menunjukkan 7.30 malam.
âRas, lo tinggal disini sendirian?â.
âiya, emang kenapa?â.
âapa lo gak takut?â.
âtakut apa? Maling? Hantu? Gak takut gueâ.
âtapi apa lo gak kesepian?â.
âiya sih, kadang-kadang sepi jugaâ.
ânah, kalo gitu, boleh gak gue nemenin lo sampe 3 hari?â.
âhah, kos-kosan lo gimana?â.
âgampang deh pokoknya, boleh ya?â.
âkok maksa banget, pasti ada maksud tertentuâ.
ânggak, biar tugasnya bisa selesaiâ.
âapa bener, cuma ngerjain tugas, ngomong aja yang jujur ama gueâ.
âhehe,,, gue juga pengen ngentotin lo sih, abisnya gue ketagihan ******* ama loâ.
âhmm, gimana ya?â.
âayo dong Ras, pleaaseeâ.
âiya, iya, lo boleh nginepâ.
âgue juga boleh belajar ******* ama lo gak?â.
âiya, iya, gampang, udah sana pulang ambil bajuâ.
âok, Tuan Putri yang cantik secantik bidadariâ.
âaah, jangan gitu dong, gue jadi malu nih,, heheâ.
âyaudah gue pulang dulu yaâ. Aku mengantarnya sampai ke pintu rumahku tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhku, ketika kami berdua berada di pintu rumahku, Mario tiba-tiba merunduk dan menghisap susuku dari payudara kananku sementara tangannya meremas-remas payudara kiri.
âMaac,,jangan,,,ntar,,keetauaan oraangâ.
âsori, sori, abisnya gue gemes banget ngeliat toket lo, montok banget sihâ.
âhuu, untung gak ada orang, jadi kita gak ketauan, udah sanaâ.
âyaudah, ntar gue balik lagi yaâ. Hanya dalam waktu 30 menit, Mario sudah ada di depan pintu rumahku dan memencet bel, aku membukakan pintu dalam keadaan yang masih telanjang karena di rumah aku lebih suka tidak memakai apa-apa.
âMac, cepet banget lo udah nyampe sini lagiâ.
âsoalnya gue udah gak sabar pengen ******* lagi ama loâ.
âhuu,,dasarâ. Tiba-tiba Mario menciumi leherku dan bibirku serta meremas-remas pantatku.
âMac, sabar dong, tutup dulu pintunya, abis itu baru lo boleh ngapain ajaâ.
âok, oh ya, kebetulan gue bawa viagra nihâ.
âviagra? Lo emang niat bawa?â.
âiya, supaya bisa ngentotin lo terus-terusanâ.
âyaudah, kalau gitu selama 3 hari lo bebas ngentotin gue sesuka lo asalkan lo yang ngerjain tugasâ.
âok, deal ya?â.
âdealâ.
âok, mulai yukâ. Lalu Mario meminum viagra dan langsung menggarap tubuhku semalam suntuk, dan jika efek viagra sudah habis, dia meminum viagra sehingga Mario bisa mengobok-obok vaginaku dengan penisnya semalaman.
2 hari kulalui bersama Big Mac di rumahku, kami satu kelompok dalam mengerjakan tugas final. Tugas yang kuanggap sulit itu bisa dikerjakan Big Mac dalam 2 hari saja dengan imbalan yaitu aku harus melayaninya kapanpun dia mau, tapi aku tidak keberatan melayaninya kapanpun dia mau karena dia sangat lembut kepadaku.
Selama 2 hari dia menginap di rumahku aku mengajarinya berbagai macam posisi saat bersetubuh supaya permainan kami lebih bervariasi dan tidak membosankan. Jam 10 pagi di hari ketiga, setelah puas menyetubuhiku, Mario mengajakku ke kampus untuk menyerahkan tugas dan makalah laporannya.
âRas, ayo, ke kampus nyerahin tugasâ.
âayoâ.
âeh,, ras, ntar dikampus gue boleh gandeng tangan lo gak?â.
âemang kenapa harus gandengan tangan? Emangnya gue truk gandengâ.
âjangan marah dong, gue kan cuma nanya kalo lo gak mau juga gak apa-apaâ.
âgue gak marah kalee, emangnya kenapa sih?â.
âtemen-temen gue ngejek gue gak bakal dapet pacar..â.
âoh, gue ngerti, ntar di kampus gue pura-pura jadi pacar lo, ya kan?â.
ânah, lo tau, gimana lo mau gak?â.
âiya, gampang dehâ.
âtapi misalnya gue nyium bibir lo di depan temen gue boleh gak?â.
âmmhh,, gimana ya?â.
âkalo lo gak mau juga gak apa-apaâ.
âboleh kokâ.
âyang bener lo? Lo gak malu? Lo kan celer di kampusâ.
âgue gak malu, biarin aja apa kata orang, btw celer apaan?â.
âcewek populerâ.
âooh, ampir gue salah dengerâ.
âpasti dengernya peler, ya kan?â.
âheheheâŠâ. Lalu kami pergi ke kampus, setelah menyerahkan tugas ke dosen, sang dosen memberi nilai A karena hasil kerja kami dibilang bagus oleh dosen itu. Aku sangat senang karena aku tidak mengerjakan apa-apa tapi dapat nilai A ( ), setelah menyerahkan tugas ke dosen berarti aku bisa santai selama 2 bulan ke depan. Mario mengajakku ke teman-temannya yang sedang berada di kantin.
âguyz, nih kenalin cewek gueâ.
âRasti, cewek lo? Mimpi aja lo, hahaâ, teman-teman Mario mengejeknya.
âdibilangin, gak percaya, tanya aja langsung!!â.
âpasti si Big Mac boâong, iya kan Ras?â.
âenggak, gue emang udah jadian ama si Big Macâ.
âtuh kan, gue bilang apaâ.
âah, masih gak percaya, jangan-jangan lo ngancem Rasti y kan?â.
âbeneran kok, yaudah, sekarang gue cium Rasti deh, kalo dia nolak berarti gue boâongâ. Lalu Mario memelukku dan kemudian melumat bibirku, dia mainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, aku menutup mataku dan membalas memainkan lidahku sehingga lidah kami saling membelit. Lumayan lama juga kami berciuman di depan teman-teman Mario, mungkin sekitar 45 detik, lalu kami menyudahi ciuman kami.
âtuh kan, Rasti gak nolakâ.
âwah,, enak banget lo ciuman ama Rasti, gue jadi pengen nihâ.
âiya, gue jugaâ.
âsamaâ.
âenak aja, emangnya bibir gue gratisanâ.
âbercanda doang Rasâ. Lalu kami tertawa bersama-sama.
âudah ya guyz, gue ama Mario mau jalan duluâ.
âati-ati Ras, tar kalo lo berdua makan, pasti lo ketempuanâ.
âiye, kan si Mac makannye banyakâ.
âdasar lo pade, ngejek gue mulu, udah ye, gue ama Rasti mau jalan duluâ. Lalu kami berdua pergi meninggalkan teman-teman Mario dan menuju tempat parkir.
âgimana akting gue bagus kan?â.
âbagus, apalagi ciuman loâ.
âhm, dasar lo, eh kita mau kemana nih?â.
âkemana ya, enaknya, lo maunya kemana?â.
âke mall yang ada bioskopnya yukâ.
âokâ. Lalu kami berdua naik motor dan pergi dari tempat parkir, aku sengaja memeluk Mario karena selain aku takut, juga supaya dadaku tertekan ke punggungnya. Di tengah perjalanan, kami berdua mengobrol
âRas, gue boleh jadi pacar lo gak?â.
âmaksud lo, jadi pacar beneran?â.
âiya, gimana boleh gak?â.
âtapi, bukannya lo suka ama Ana?â.
âiya, tapi kayaknya gak mungkin, lagian kan gue deket ama lo udah gitu lo lebih cantik dari Ana, jadi mendingan gue nembak lo, mumpung lagi ada kesempatanâ.
âtapi ngapain kita pacaran, kan lo udah pernah ngeliat badan gueâ.
âmaksud lo?â.
âbukannya tujuan cowok macarin cewek biar bisa ngesex ama tuh cewek, ya kan?â.
âya sih, tapi kan gue pengen punya pacar beneranâ.
âbener mau jadi pacar gue?â.
âbeneran, suer dehâ.
âyaudah, kita pacaranâ.
âasikâ.
âeh, ati-ati, ntar nabrakâ.
âsori, btw gue boleh manggil lo sayang kan?â.
âterserah kamuâ.
âok, sayangkuâ. Setelah sampai di mall, kami makan makanan cepat saji.
âeit,, jangan makan yang ituâ.
âkenapa?â.
âitu banyak minyak, tar kamu tambah gendut, mending kamu makan saladâ.
âtapi,, kan enakâ.
âmau kurus gak?â.
âiya deh iyaâ. Setelah makan, kami langsung bergegas karena film yang akan kami tonton sudah mau dimulai. Film yang kami tonton film horor, karena aku tidak terlalu takut dengan film horor jadi aku menyaksikan film dengan biasa-biasa saja. Anehnya, Mario malah menutup mata seperti orang ketakutan.
âkamu kenapa,, ketakutan ya?â.
ânnnggakk kok!!â.
âalah, jangan boong, muka kamu udah pucet gitu,,hahaâ.
âiya deh, aku ngakuâ.
âbadan doang gede, nyali ciut,â.
âjangan ngatain aku mulu dongâ.
âmaaf deh,,, ok?â.
âiya, Rastiku sayangâ.
âsssttt,,, jangan berisik dongâ, kata orang yang duduk di sebelahku.
âmaaf,,maafâ. Lalu aku menyaksikan film horor lagi.
Setelah filmnya selesai, aku dan Mario keluar dari studio. Mario kelihatan pucat dan mengeluarkan keringat dingin.
âAyang, kamu takut banget ya?â.
âhe,,ehâ.
âaduh kasihan ayangku,, yaudah kita jalan-jalan dulu supaya lupaâ. Selama kami berjalan-jalan, orang-orang di mall melihat kami dengan tatapan aneh. Tak sengaja aku mendengar percakapan dua orang ibu ketika aku dan Mario melintas di depan mereka.
âkok cowok gendut kayak gitu bisa dapet cewek cantik ya?â.
âpake pelet kali yaâ, lalu kedua ibu itu tertawa. Kelihatannya Mario tak menghiraukan perkataan kedua ibu tadi.
âsayang, kok pada ngeliatin kita sih?â.
âgak tau deh, udah biarin ajaâ.
ângomong-ngomong aku pengen ke wc nihâ.
âyaudah, kita ke wc dulu abis itu kita pulang yaâ.
âok deh, cewekku yang cantik ân seksiâ.
âapaan sih, udah ah, yok ke wcâ. Tak lama kemudian, kami sampai di depan toilet.
âudah sana, aku juga mau ke toiletâ.
âmaunya bareng-barengâ.
âyee,, tar kalo aku masuk ke wc cowok, aku diapa-apain lagiâ.
âyaudah kalo gitu, aku ke wc cewekâ.
âkalo kamu mau digebukin sih silakanâ.
âudah ah, jangan bcandaâ. Lalu aku masuk ke wc cewek, dan Mario masuk ke wc cowok, tidak lama kemudian aku selesai dan keluar kamar mandi, kulihat Mario sudah menungguku.
âayang, kamu lama banget sih?â.
ânamanya juga cewek,, lagian kan buat kamu jugaâ.
âhehe,,â.
âpake ketawa lagi, btw aku udah capek nih, pulang yukâ.
âyuk,,â. Akhirnya kami pun pulang ke rumah, setelah sampai di rumah aku langsung menuju kamarku dan merebahkan tubuhku di ranjangku yang empuk sementara Mario sedang memasukkan motor ke garasi. Tak terasa aku mulai mengantuk dan mataku juga sudah mulai menutup dengan perlahan, tapi aku terbangun lagi karena aku merasakan payudaraku sedang diremas-remas.
âsayang, jangan dong, aku mau tidur nihâ.
âyah, aku udah gak tahan nihâ.
âplease yank, aku capek banget, mending kita tidur dulu, ntar terserah kamu deh, mau sampe pagi juga aku ladenin deh, tapi biarin aku tidur dulu yaâ.
âbener ya, awas kalo boâongâ.
âiya, iya, udah sini tidur di sebelahkuâ.
âkamu gak ganti baju dulu?â.
âoh ya, tapi aku telanjang aja ah, males ganti bajuâ.
ântar aku nafsu, gimana?â.
âtahan dong, masa gak bisa sihâ.
âcowok mana yang bisa nahan nafsu kalo ngeliat body kamu. Kamu pake baju aja udah bikin cowok nafsu, apalagi kalo telanjangâ.
âyaudah, aku kelonin kamu supaya kamu tidur duluanâ.
âgue boleh sambil nyusu kan?â.
âdasar kamu,,, yaudah boleh sambil nyusu, tapi jangan ngerangsang aku yaâ.
âok, ayangkuâ. Lalu aku mengeloni Mario dengan mengelus-elus kepalanya sementara Mario menghisap kuat-kuat susu yang keluar dari putingku. Akhirnya, Mario tertidur lalu melepaskan kulumannya terhadap putingku dan mataku pun mulai menutup hingga akhirnya aku berpetualang di dunia mimpi.
Aku terbangun ketika merasakan daerah selangkanganku seperti sedang dijilat oleh seseorang, spontan kubuka mataku lebar-lebar dan melihat ke daerah selangkanganku, rupanya Mario sudah membenamkan wajahnya diantara kedua pahaku dan menjilati vaginaku.
âaaahh,,,Mario!!â.
âsori ayang, aku gak tahan ngeliat body kamuâ.
âyaudah, lanjutin ajaâ. Kemudian Mario melanjutkan aktivitasnya yaitu menjilati vaginaku. Desahanku semakin kencang ketika lidahnya mengenai klitorisku, karena Mario tau kalau lidahnya mengenai klitorisku, dia jadi lebih memfokuskan jilatan-jilatannya kepada daging kecilku yang sangat sensitif itu.
Sapuan lidah Mario membawaku ke puncak kenikmatan sehingga cairan vaginaku mengalir keluar dengan deras yang langsung diseruput habis oleh Mario.
âmemek kamu emang manis banget rasanyaâ.
âmanis sih manis tapi bilang-bilang dong kalo ngejilat memek orangâ.
âmaaf sayang, jangan marah dongâ.
âhehe,,kena kamu, aku cuma becanda kok, aku gak marahâ.
âdasar kamuâ, balas Mario sambil mencubit putingku
âyank, aku seneng deh nginep di rumah kamuâ.
âiya, kamu seneng, aku repotâ.
ârepot kenapa?â.
âtiap hari kan, kamu minta jatah mulu sampe 5 jam lagiâ.
âhehe,, maaf deh, lagian body kamu seksi banget sih bikin aku horny terusâ.
âoh ya, coba kamu nimbang berat badan sanaâ.
Lalu Mario menimbang berat badannya dengan timbangan berat di kamarku.
âwah, turun 2 kilo, tadinya kan gue 98 sekarang jadi 96, asikâ.
âgimana gak turun, selama kamu nginep disini kan jarang makan, paling-paling minum susuku udah gitu kan kita olahraga di ranjang terus jadi kamu keringetan pasti itu semua bikin berat kamu turunâ.
ânah, aku ada ide, kan kita libur 2 bulan, gimana kalo aku tinggal disini terus kamu ngebantu aku dietâ.
âyee,, enak aja, apa untungnya, adanya ntar aku malah repotâ.
âyah, please, masa gak mau bantu pacar sendiri sih?â.
âyaudah, tapi 1 syarat kamu harus nurutin semua aturan diet yang kubuat ya, gimana?â.
âokâ.
âyaudah kalo gitu, tunggu bentar yaâ.
âmau kemana?â.
âudah, tunggu dulu siniâ. Aku pergi ke dapur dan membuat minuman, lalu kembali ke kamar.
ânih minumâ.
âapaan neh?â.
âminum aja dulu, ntar baru komentarâ. Kemudian, Mario meminum minuman yang tadi kubuat.
âyang, minuman apaan nih? Kok aku jadi ngerasa kenyang kayak giniâ.
âdi minuman itu udah aku campur obat aku yang bikin orang jadi gak laperâ.
âkeren banget obat kamuâ.
âlumayan kan, bisa ngebantu kamu dietâ.
âiya, terus dietnya gimana?â.
âgini nih, kan kalau kita keringetan, berat kita bisa turunâ.
âterus?â.
ânah, kamu harus olahraga terus supaya keringatanâ.
âkapan mulai?â.
âsekarangâ.
âhah!? sekarang, gimana caranya?â.
âyah, ayang masa gak ngertiâ, balasku sambil mengelus-elus vaginaku.
âoh, olahraga ranjang, wah kalo dietnya kayak gini sih, aku jadi semangatâ. Lalu aku mendorong Mario sehingga tubuh gemuknya jatuh ke ranjang, tapi kakinya masih menjuntai ke bawah dan âonderdilânya berada di tepi ranjang.
Aku jongkok dan menjilati buah zakarnya sampai ke kepala penisnya, lalu kujilati sebaliknya yaitu dari kepala penis sampai ke buah zakarnya sehingga Mario mendesah karena perbuatanku terhadap penisnya itu.
Kujilati setiap milimeter penis Mario sehingga daerah selangkangan Mario benar-benar basah karena air liurku. Kumainkan lidahku ke atas dan ke bawah di batang penis Mario, selain itu aku juga menyentil-nyentilkan lidahku ke lubang kencing Mario, serta kuemuti kepala penisnya berkali-kali.
Dan ketika aku melahap buah zakar Mario, aku mengocok penisnya dengan tanganku. Lalu kurasakan penisnya berdenyut-denyut yang menandakan dia akan memuntahkan lahar putihnya, dengan sengaja aku menghentikan permainan mulutku, Mario langsung protes.
âlho, sayang, kok berhenti? tanggung nih, dikit lagiâ.
âkamu udah minum obat kuat belum?â.
âoh ya lupa, aku minum dulu yaâ.
âuntung aku ingetin, coba kalau nggak, masa aku nungguin kamu ngaceng lagiâ. Kemudian, Mario meminum obat kuatnya, sementara aku naik ke ranjang.
âoh ya sayang, kamu gak takut hamil? kan aku entotin terusâ.
âemang kamu gak mau jadi suami aku?â.
âmau sih, tapi sekarang aku belum siapâ.
âhe,,,he,, tenang aja, aku gak bakal hamil soalnya rahimku udah diangkat gara-gara waktu itu aku tabrakanâ.
âoh, gitu, jadi kamu gak bisa hamil dong?â.
âah, udah ah, jangan ngomongin itu, mendingan kita mulai aja, kasian tuh ****** kamu kedinginanâ.
âbisa aja kamu, yaudah mulai yuk program dietnyaâ. Dan berlangsunglah malam seperti malam sebelumnya yaitu aku melayani Mario sampai jam 3 pagi sehingga kami kelelahan dan tertidur. Aku bangun keesokan pagi dengan vagina dan mulut yang belepotan sperma dan Mario masih memelukku.
âyang, bangun dong, udah pagiâ.
âhooaahh,, emang sekarang jam berapa?â.
âjam 9 pagiâ.
âaku masih ngantuk, lagian masih pagiâ.
âbeneran nih, gak mau mandi bareng ama aku?â.
âmandi bareng?! mau dong, baru kali ini kamu ngajak aku mandi barengâ.
âmakanya, cepetan bangun, ntar kamu boleh mandiin aku dehâ.
âwah, asikâ.
âhmm,, dasar, giliran mandi bareng aja cepetâ.
âayo cepetâ.
âyaudah, santai aja, kamu duluan, ntar aku nyusulâ. Kemudian Mario masuk ke kamar mandi, sementara aku membereskan ranjang yang berantakan akibat persetubuhanku dengan Mario semalaman tadi. Lalu aku menyusul Mario ke kamar mandi, kulihat Mario sudah menyiapkan bak berisi air dingin.
âyah, kok air dingin?â.
âbiar segerâ.
âyaudah deh, gak apa-apa, yuk mulai mandiâ.
âyukâ.
âeit, tapi biar aku yang mandiin kamu duluan baru ntar kamu boleh mandiin aku, ok?â.
âok, sayangkuâ. Tanpa disuruh, Mario memelukku erat-erat dan melumat bibir mungilku, aku membalasnya dengan memainkan lidahku di rongga mulutnya. Setelah hampir 25 detik kami saling mencumbu, akhirnya Mario melepaskanku juga.
âmain cipok ajaâ.
âsori, abisnya bibir kamu menggoda bangetâ.
âmau dimandiin gak?â.
âmau dongâ.
âyaudah, makanya jangan cipok tiba-tibaâ.
âok, okâ. Aku mengguyur tubuh Mario dengan air dingin, lalu aku mengambil sabun dan mulai menggosokkan sabun ke tubuh Mario yang gendut.
Aku menyabuninya mulai dari leher, dada, lengan, perut, punggung, pantat, paha, betis, sampai ke kakinya. Aku sengaja meninggalkan bagian tubuh yang paling kusuka yaitu penis untuk kusabuni, setelah semua bagian tubuh Mario sudah kusabuni, barulah aku menggerakkan tanganku ke penis Mario.
âsupaya bener-bener bersih, kamu bersihin pake mulut kamu dongâ.
âiya, iya, bawelâ.
Aku memegang batang penisnya yang sudah tegang dan keras itu dengan tangan kananku dan agak mengangkatnya ke atas sehingga aku bisa menjilati pangkal penisnya serta buah zakarnya.
Setelah puas merasakan rasa pangkal penis dan 2 telur Mario, aku membiarkan penis Mario jatuh menggelantung lagi, tapi aku langsung menangkapnya dengan mulutku. Langsung kujilati batang penis Mario dari atas ke bawah, dan sebaliknya seperti sedang menjilat es krim yang membuat pemiliknya mendesah keenakan.
Kumasukkan penis itu ke dalam mulutku, hanya 3/4 nya saja yang bisa masuk ke mulutku, setelah tidak bisa masuk lagi, aku mulai memaju mundurkan kepalaku, tapi lama kelamaan Mario memegang kepalaku dan menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga aku tersedak oleh penisnya, tapi aku bisa menahannya.
Selama 5 menit dia terus memompa penisnya di mulutku sampai akhirnya dia menyemburkan lahar putihnya di mulutku, aku telan semua spermanya dan kujilati spermanya yang masih tersisa di lubang kencingnya.
ânah, sekarang, udah bersih, aku sabunin yaâ.
âmmhhh,,,â, desahannya sambil menggeliat-geliat.
âkenapa? ngilu ya?â.
âiya, ngilu bangetâ.
âbentar lagi selesai kokâ, balasku sambil terus menyabuni âonderdilâ Mario.
âudah selesaiâ.
âberarti giliran aku mandiin kamu dongâ.
âiya, tapi yang bener ya mandiin akuâ.
âsip,sipâ. Mario menyiramku dengan air dingin sehingga aku merasa segar, lalu Mario mengambil sabun dari tanganku dan mulai menyabuniku. Ketika sampai di payudaraku, Mario menggosokkan sabun ke tangannya kemudian menaruh sabun itu.
Lalu Mario mulai meremas-remas payudaraku dengan perlahan, dan karena gerakan meremas itu susuku langsung memancar keluar dari putingku. Selain meremas-remas putingku, Mario juga memijit putingku yang sudah mengeras dengan jempolnya dan juga kadang-kadang dia menarik-narik serta memelintir kedua putingku yang membuatku mendesah karena terasa nikmat.
âmmhhh,,teruss,,â, desahku pelan menikmati setiap gerakan tangan Mario yang sedang bermain di kedua buah payudaraku.
Setelah puas memainkan kedua buah payudaraku, Mario mengambil sabun dan mulai menyabuni tubuhku lagi. Setelah payudara, punggung dan pantatku sudah disabuni oleh Mario, dia jongkok sehingga wajahnya tepat berada di depan vaginaku.
âmemek kamu emang bagus bangetâ.
âiya dong, siapa duluâ.
âeh, kamu udah basah ya, belum aku apa-apain udah basahâ.
âtadi ngeremes-remes toket aku apa?â.
âhehe,, yaudah karena kamu udah basah, mendingan sekalian aja aku bikin kamu orgasmeâ. Mario menggosok-gosokkan sabun ke bibir vaginaku yang masih tertutup rapat, spontan aku menggelinjang kegelian, setelah daerah selangkanganku sudah licin karena sabun, Mario membuka bibir vaginaku dengan 2 jarinya.
Lalu dia memasukkan 2 jarinya ke dalam vaginaku sehingga aku mengerang ketika 2 jari Mario yang bersabun memasuki vaginaku dengan perlahan. Dia mengorek-orek vaginaku karena dia sedang membersihkan bagian dalam vaginaku dengan 2 jarinya yang bersabun itu sampai tubuhku menggelinjang keenakan.
Setelah 5 menit, tubuhku mengejang hebat dan terasa dialiri listrik yang menandakan aku orgasme, cairanku langsung mengucur keluar dari vaginaku dan membasahi 2 jari Mario yang sedang bersarang di dalam vaginaku.
ânah, sekarang memek kamu udah bersihâ.
âudah kan mandiin aku, yuk keluar yukâ.
ângapain sih buru-buru?â.
âkita kan mau ke fitness centerâ.
âoh iya, yukâ. Lalu kami keluar kamar mandi dan berpakaian untuk pergi ke tempat fitness yang biasa kukunjungi karena aku juga ingin berolahraga. Lalu akhirnya kami sampai di tempat fitness yang kami tuju, setelah memarkirkan mobilnya yang baru diambil tadi pagi, aku dan Mario masuk ke dalam.
âeh Rastiâ, sapa resepsionis yang menjadi temanku.
âeh, Vina, gimana kabar lo?â.
âbaik-baik aja, eh tapi itu siapa, saudara lo?â.
âbentar ya, Mario kamu tunggu disana aja duluâ, kataku ke Mario sambil menunjuk bangku.
âitu siapa, Ras?â.
âcowok gueâ.
âah, sumpeh lo,, lo kan cantik tapi cowok lo kok kayak gituâ.
âcuma sementara doang kok, oh ya vin, gue ama cowok gue mau latihan dulu yaâ.
âokâ.
Karena aku sudah jadi member, aku bisa langsung latihan, pakaian yang kupakai sangat ketat sehingga payudaraku seperti ingin mencuat keluar, sedangkan bongkahan pantatku yang kenyal tercetak jelas di celana sportku. Lalu Mario keluar dari kamar ganti pria, aku hampir tertawa melihat tubuhnya yang gemuk itu, tapi aku dapat menahan tawaku.
âsayang, ayo latihan, aku yang jadi instruktur kamuâ.
âtapi, jangan lama-lama yaâ.
âkalau kamu ikutin semua perintahku, akan aku kasih hadiahâ.
âwah asikâ, lalu Mario mulai latihan fitness sesuai arahanku. Setelah 2 jam berlatih, aku menyuruh Mario untuk berhenti.
âudah, Mario, kamu udah keringetanâ.
âmakasih yaâ.
âkebetulan, disini ada spa,, kita mandi spa sekalian yukâ.
âtapi aku capek lagian aku laperâ.
ântar di tempat spa, aku temenin dehâ.
âbener? emang boleh?â.
âtenang aja deh, pokoknya, udah yuk ke spaâ, lalu kami pergi ke spa bersama-sama.
âMario sayang kamu masuk duluan, ntar aku nyusulâ.
Aku bilang ke Vina kalau ruang spa 56 jangan diganggu.
âkenapa Ras, emangnya?â.
âsoalnya, disitu ada gue ama cowok gueâ.
âlo mau ngapain?â.
âada dehâ.
âyaudah, terserah lo ajaâ. Setelah berkompromi dengan Vina, aku langsung menuju Mario yang sudah berada di dalam ruang spa, aku masuk ke ruang spa dengan telanjang bulat.
âsayang,,,â.
âRasti, kok kamu telanjang?â.
âiya, ini hadiahnyaâ.
âkamu mau aku entot disini?â.
âterserah kamu, yang penting aku udah telanjangâ.
âjadi kamu nantangin aku nih, ok kalau gituâ. Tubuhku langsung digarap Mario di kamar spa yang panas itu sehingga tubuhku dan tubuh Mario bermandikan keringat, selama menyetubuhiku, Mario meminum susuku yang manis.
Setelah puas bermain di dalam spa, kami berganti baju dan pulang, di dalam mobil, aku menyusuinya dulu sebelum dia menyetir karena katanya dia haus. Sesampai di rumah, aku memberikannya makan yaitu sayur-sayuran dan kemudian mandi bareng lalu meneruskan olahraga di rumah yaitu olahraga ranjang.
Cerita Sex Perempuan Polos Berjilbab
Begitulah aktivitas yang aku dan Mario lakukan setiap hari. Karena selalu berkeringat baik di tempat fitness, spa, ataupun di rumah, serta makan-makanan yang bergizi juga meminum susuku yang bergizi tinggi membuat berat badan Mario turun menjadi 65 kg hanya dalam waktu 2 bulan. Setelah 2 bulan, kami sudah masuk kuliah lagi.
âMac, sekarang kan kamu udah keren, body kamu juga udah six pack, mendingan kita putus terus kamu deketin Anaâ.
âtapi aku sayang banget ama kamuâ.
âhari gini masih sayang-sayangan, udah, mendingan kita putusâ.
âyaudah deh, tapi aku masih boleh kan main ke rumah kamu?â.
âmmhh,, boleh, tapi hari minggu aja yaâ.
âtiap minggu, boleh gak?â.
âbolehâ.
âmakasih yaâ.
âyaudah, karena kita udah putus,, aku doaâin kamu berhasil ya deketin Anaâ.
âok, thanksâ.


